Hombreng Mati di Kamar Mandi

Posted on January 4, 2012

0


Dua pria tewas mengenaskan di kamar mandi dalam keadaan tanpa busana sama sekali. Penyelidikan mengungkap penyebab kematian mereka: keracunan gas CO yang keluar dari selang pemanas air di kamar mandi itu.

Saya campur aduk membaca berita itu. Kedua korban adalah perancang busana terkenal. Kok bisa ya mereka berdua di kamar mandi jam 2 pagi, dalam keadaan tanpa pakaian pula? Emang ngapain sih kerjanya perancang busana di kamar mandi? Apa kamar mandinya sudah penuh semua sampai harus mandi berdua?

Bwa ha ha haaaa! Ya pasti semua tahulah kenapa mereka begitu. Orang dewasa di jaman ndak karuan ini pasti sudah tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan polos di atas.

Orang Inggris suka bilang: “whats the moral of the story”. Nah, ini jawabannya:

Satu, kalau bisa jangan jadi homo. Manusia berlainan jenis kelamin diciptakan untuk saling mengisi.

Kedua, kalaupun Anda nekad jadi homo, jangan mandi berduaan dengan ‘pacar’ Anda.

Ketiga, kalau Anda homo dan terpaksa melanggar prinsip kedua di atas, pastikan Anda mandi di kamar mandi tradisional yang pakai gayung dan bak mandi. Soalnya, di kamar mandi modern yang dilengkapi dengan water heater, Anda tidak bakal tahu kalau gasnya tidak terbakar sempurna dan akibatnya mengeluarkan gas CO yang mematikan itu. Gas itu tidak berwarna, tidak berbau, sehingga dalam keadaan mabuk kepayang dengan pasangan Anda itu, mustahil Anda bisa mendeteksi gas tersebut. Tahu-tahu Anda akan lemas dan bablas tanpa bisa teriak minta tolong. Bukankah sangat memalukan ditemukan dalam kondisi sudah jadi mayat, bertumpukan dengan pasangan Anda yang berjenis kelamin sama, tanpa busana lagi. Hiiihh!

Kedua orang yang tewas itu memang homo abis. Cincin dipakai di jari manis tangan kiri, wajah manis, tanpa sungkan berpose berpelukan di media cyber. Bleh! Dengan semakin gencarnya orang berkoar-koar tentang hak asasi manusia, semakin beranilah mereka-mereka yang ndak normal ini memajang diri. Bayangkan, di Amerika seorang wanita politisi yang masih normal mendapat cercaan habis dari kelompok gay ketika berbicara tentang kehidupan normal pria dan wanita dalam ikatan pernikahan atau pacaran. Dunia sudah terbalik-balik. Dulu kaum nyeleneh ini disingkiri, sekarang kalau kita menyingkirkan mereka, kita yang dibilang tidak manusiawi. Rusak.

Membaca kisah tragis kedua orang hombreng itu jadi ingat film “Final Destination IV”. Orang lagi enak-enak senam, eh, ada aja sekrup yang tau-tau kendor, lalu air tumpah, menyambar kabel, orangnya kepleset, kena genangan air berlistrik dan mati. Saya kira yang begituan hanya terjadi di film, tapi ternyata bisa juga terjadi di dunia nyata. Malaikat pencabut nyawa mereka itu pastilah malaikat Mikael yang sudah sebal luar biasa melihat gaya hidup hedonis yang nyleneh itu. Maka langsung saja dia menyelinap di kamar mandi, merusak sedikit sistem pembakaran di pemanas air, dan membiarkan gas CO mengaliri kedua insan menyimpang itu sehingga lemas dan tewas.

Mungkin Tuhan sudah sebel berat sama kaum homo . . .

Bwa ha ha ha haaa!

Posted in: Uncategorized