Kim Kardashian dan Kate Perry

Posted on January 1, 2012

0


Tidak ada hidup yang lebih tidak bermanfaat daripada menjadi artis Barat yang menjalani hidup ancur-ancuran.

Kim Kardashian terkenal karena kemolekan tubuhnya. Kate Perry terkenal karena nyanyiannya. Tapi itu sih kata orang. Saya sendiri tidak pernah tergetar melihat bodynya Kim atau suaranya Kate Perry. Dasarnya saya memang ndak suka mendengar suara cewek, apalagi kalau warna suaranya cenderung melengking seperti Kate atau Avril Lavigne. Tahun lalu mahasiswa heboh karena lagu “Firework” nya Kate Perry. Saya heran betul karena setelah mendengarkan nyanyian itu, saya tidak bisa menangkap dimana bagusnya lagu itu. Saya lebih suka mendengar vokalnya Anggun Sasmi, Des’ree, Adele, atau Annie Lenox, pokoknya mereka yang suaranya agak berat dan tidak melengking.

Tapi yang lebih membuat Kim dan Kate menjadi kaum terhina dina adalah kawin cerainya. Dua-duanya cerai setelah menikah dengan seorang pria yang juga masih sama-sama muda dalam hitungan bulan. Terlintas di pikiran saya: “orang-orang ini bagaimana sih menjalani masa pacaran? Bagaimana mereka memaknai perkawinan? Kenapa bisa cepat sekali memutuskan cerai setelah masa pacaran yang penuh gelora romantisme membara?”. Tapi yah, lama-lama saya maklum. Dalam dunia penuh glamor yang hanya memuja penampilan semu dan kualitas pikiran yang dangkal ditambah dengan tekanan untuk selalu bersinar menjadi bintang, ndak heran mereka tidak sempat berpikir matang dan dalam tentang ikatan perkawinan.

Daftar orang – orang yang di mata saya adalah the real heroes adalah ilmuwan, pendidik, inovator, pembalap, pejuang hak masyarakat, wanita single parent, kemudian baru pengusaha. Lho, kok ndak ada artis? Ya ndak ada lah, apa yang bisa diteladani dari para artis, terutama yang bergaya hidup hedonis dan ajur-ajuran seperti Kim dan Kate?

Posted in: Uncategorized