Film “Closer” dan Jude Law yang . . . Hiiihhh !

Posted on December 27, 2011

2


Film “Closer” yang dibintangi Julia Roberts, Jude Law, Clive Owen dan Natalie Portman membuat saya gemes. Film ini berkisah tentang dua pria dan dua wanita yang menjalani kehidupan asmara secara ndak karu-karuan, tapi justru itu yang membuat saya gemes. Hiihhh!

Jangan dibayangkan saya suka film ini karena penuh adegan intim di ranjang. Bukan, sama sekali tidak seperti itu. Yang mendominasi film ini justru dialog-dialog yang penuh warna, padat, tapi jlebzz, dan akting yang sungguh menawan dari keempat lakon utamanya.

Daniel (Jude Law) pacaran dengan Alice (Natalie Portman). Suatu ketika, Daniel difoto oleh seorang fotografer perempuan, Anna (diperankan oleh Julia Roberts). Sial, baru satu kali sesi pemotretan, Daniel jatuh cinta kepada fotografernya. Dengan aksen Britishnya yang elok, Daniel bilang: “I’ve got to see you!”. Tapi Anna menolak: “You are taken! (kamu sudah ada yang punya)! ” katanya. Daniel ngotot: “But you have kissed me!”. Gilanya, ketika dia mengucapkan perasaannya itu kepada Anna, si Alice yang sedang pamit ke belakang ternyata mencuri dengar pembicaraan mereka. Ketika Daniel pergi untuk suatu urusan dan tinggal mereka berdua, Alice mengaku bahwa dia sudah tahu apa yang dibicarakan oleh kekasihnya dan si Anna.

Lalu si Alice pergi memandang keluar jendela. Anna berusaha menenangkannya, menawarinya minum teh. Ketika dia sedang berbicara, Alice menoleh kepadanya dan menukas: “Sudahlah, ndak usah repot-repot. Potret saja aku!”, dia mengucapkan kalimat itu dengan air mata mengalir di pipinya. Anna tertegun, dan dengan pelan mengangkat kameranya dan mulai memotret wajah wanita yang hatinya berkeping-keping karena mendengar kekasihnya melabuhkan hati ke sang fotografer.

Itu adalah adegan minim kata tapi sungguh kaya dimensi dan sangat mengesankan. Wajah Alice yang berusaha tegar namun terkesan kesakitan dan patah, diiringi dengan air mata yang mengalir di pipinya, dan wajah sang fotografer yang tertegun, . . . . sangat bagus. PIkir-pikir, ya memang wajarlah si Alice seperti itu: kalau sang kekasih ternyata sudah berlabuh ke lain hati, ya, lalu dia bisa berbuat apa? Tangisannya sudah sangat nalar . . .

Lalu adegan berpindah ke apartmennya Daniel. Dengan wajah tanpa ekspresi Daniel mengatakan terus terang kepada Alice bahwa dia jatuh cinta ke wanita lain, dan bahwa itu berarti hubungan mereka sudah berakhir. Alice tidak marah, tapi dia tak kuasa menahan tangis, dan sambil terisak-isak dia bertanya kepada Daniel: “Tak ada wanita lain yang bisa mencintaimu seperti aku mencintaimu. Tapi kenapa cinta saja tidak cukup untuk menahanmu? Apakah kau akan merindukanku?”

Daniel menjawab dengan tenang: “Tidak, tentu saja”

“Kalau aku pacaran sama pria lain setelah ini, bagaimana reaksimu?” tanya Alice lagi masih sambil tersedu-sedu.

Dengan bangsatnya Daniel menjawab: “Cemburu.”

Sampai disini saya tak kuasa menahan ketawa kecut tapi juga kagum. Kagum akan akting jempolan si Jude Law sebagai pria yang patut dikasihi tapi juga bangsat luar biasa karena dengan enaknya berpindah ke lain hati padahal pacarnya sangat mencintainya. Setan bener si Jude Law ini, ha ha haaa! Udah kerempeng gitu, tapi alamaak, aktingnya sebagai pria kayak gini benar-benar menggemaskan. Saya masih ingat salah satu perannya di film lain. Dia bercinta bersama Juliette Binoche. Gayanya menenangkan Juliette yang sedang mencapai puncak dengan menutup mulutnya dengan lembut sambil membisikkan kata-kata cinta sungguh luar biasa. Menjijikkan, nakal, tapi juga sekaligus lemah lembut penuh romantisme. Hmm, . . .

Demikianlah, film itu terus bergulir. Memikat, tanpa adegan ranjang sama sekali, tapi saya duduk terpaku di sofa menikmati akting menawan para aktor dan aktrisnya. Hmm, . . . kelak kalau saya diberi kesempatan hidup lagi, saya mau menjadi aktor saja ah, aktor seperti Jude Law, very British, very naughtily sexy . . . .

Posted in: Uncategorized