Highlights 2011: Akreditasi dengan Nilai B

Posted on December 18, 2011

2


Salah satu highlights tahun 2011 yang sebentar lagi akan lewat adalah akreditasi Prodi Sastra Inggris.

Tidak banyak sebenarnya yang bisa ditulis disini, karena orang-orang di Prodi Sastra Inggris bukan orang-orang tipe megalomaniak yang suka berkoar-koar. Semuanya adalah tipe guru: bekerja keras dalam diam, sedikit konflik, percaya pada Tuhan, kemudian mengerjakan apapun yang diminta oleh tim akreditasi dengan sabar dan tawakal.

Kalaupun ada yang berkesan, itu justru dari pihak lain. Mengagumkan pihak yang satu ini: usianya sama persis dengan prodi Sas Ing, pencapaiannya juga kurang lebih sama, namun orang-orangnya sudah berani dengan lantang–setidaknya ketika ketemu saya menjelang dan sesudah akreditasi–bahwa mereka akan mendapat nilai A. Ketika saya telisik apa sebenarnya yang membuat mereka begitu yakin, ternyata jawabannya hanya sebatas kesan yang mereka tangkap dari tim asesor: “Nampaknya Bapak-Bapak asesor itu terkesan sekali dengan pencapaian kami; semua yang mereka minta bisa dengan cepat kami sediakan; kami rasa prodi ini akan mendapat A”.

Hmm, saya hanya mengangguk-angguk. Dalam hati saya heran, mengapa ya orang-orang ini tidak mau sedikit saja rendah hati dan membuat pernyataan-pernyataan yang tidak terkesan memegahkan diri dan mendahului kehendak Tuhan? Saya punya Prodi yang juga sedikit banyak sama dengan dia dalam hal pencapaian dan kelemahannya, dan toh tak satupun orang-orang Prodi saya yang berani membuat pernyataan atau ramalan sedahsyat itu.. Maka ketika mereka bilang lagi bahwa nilainya akan A, dalam hati saya sudah membantahnya. “Tidak mungkin A”, batin saya.

Ternyata saya benar.

Ah, sudahlah, tidak penting nasib Prodi itu dan nilainya. Yang jelas Prodi saya dapat B, dan itu sudah sesuatu yang sangat membanggakan, mengingat bahwa kami baru 4 tahun jalan dan belum punya lulusan. Namun apa reaksi orang-orang Prodi saya ini? Ya biasa biasa aja tuh, tetap tenang dan diam dan rendah hati seperti biasa, tidak kemudian memegahkan diri dan berkoar kemana-mana tentang pencapaian yang boleh dikata sangat bagus tersebut.

Ini beberapa foto kenangan akreditasi Prodi saya di bulan April 2011 yang lalu:

Salah satu pelajaran yang saya tarik dari proses akreditasi adalah bahwa persiapannya tidak bisa dilakukan secara mendadak. Kalau akreditasi berikutnya adalah tahun 2015, maka sejak tahun 2011 sebagai salah satu pimpinan puncak di Fakultas ini saya memastikan bahwa semua komponen yang dipersyaratkan sudah ada, sudah terbentuk, dan sudah berjalan. Itu sebabnya kenapa saya terkesan ngotot dan bahkan agak cerewet mendorong terbentuknya ikatan alumni, terbentuknya Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas, berjalannya program penelitian yang melibatkan mahasiswa, rutinitas presentasi dosen ke luar negeri, berjalannya senat fakultas, dan sebagainya. Saya paling anti komponen-komponen hasil sim salabim: minggu depan diminta, hari ini dibentuk lewat SK jadi-jadian. Ya, kalau itu untuk 4 tahun pertama setelah lahir masih bisa dimaklumi, namun begitu sudah mendapat status terakreditasi, bukan itu cara kita menjamin kualitas prodi dan fakultas, bukan seperti itu cara kita mengelabui diri sendiri dan para asesor agar mendapat nilai bagus.

Begitu.

Posted in: Uncategorized