Facebook dan Rokok (alm.)

Posted on December 14, 2011

2


Sama seperti rokok, akhirnya Facebook saya pun almarhum. Alasan: tidak jelas. Yang jelas saya merasa eneg puoll melihat Facebook, melihat status para mahasiswa dan Ma Chungers yang lainnya. Tak ada sekilas pun status atau berita yang membuat saya tergetar. Mau ulang tahun ya sana, mau patah hati ya emang gue pikirin, mau musuhan ya sana, mau berdakwah ya sak karepmu, wis embuh, saya tidak tertarik sama sekali. Saya benar-benar bosen Facebookan. Sama seperti saya bosen merokok. Rokok yang dulu begitu gurih rasanya di lidah dan mulut, sebulan yang lalu sudah terasa seperti lidah mak lampir, benar-benar cukup untuk akhirnya membuang sebatang yang masih panjang dan mengucapkan selamat tinggal.

Apakah saya normal?

Sangat normal, demikian jawab sebuah berita di Yahoo yang mengabarkan bahwa jumlah rakyat Amerika yang mengakses FB juga sedang menurun. Linknya disini ini :http://finance.yahoo.com/news/shunning-facebook-living-tell-000204976.html

Kebanyakan dari mereka yang diwawancara berpendapat bahwa interaksi lewat Facebook membuat mereka kehilangan nuansa manusianya. “Kalau saya perlu tahu kabar seorang teman dekat, ya saya akan telpon dia, ndak bakal saya repot-repot mbaca statusnya,” kata seseorang.

Menurut hasil survey, Indonesia adalah negara kedua pengakses facebook terbanyak di dunia. Gilaaa! Prestasi dunia nih, sayang tidak ada yang bangga sama sekali.

Ini posting selingan sesudah makan siang. Makin mendekati liburan. Seperti biasa, hidup disini bergulir terus, dari satu urusan ke urusan lainnya. Tahun 2011 segera berlalu. Tahun ini penuh kejayaan. Kalau sempat, saya akan menuliskan the highlights of 2011.

Posted in: Uncategorized