Tua dan Mesra

Posted on November 15, 2011

0


Saya melihatnya beberapa kali di kompleks perumahan orang tua saya, dan di beberapa event seminar. Mereka adalah pasangan-pasangan suami istri yang sudah menikah puluhan tahun lamanya, dan tetap masih kelihatan mesra. Tentunya mereka sudah tua, sudah 70 tahun ke atas, maka cara jalannya pun sudah sama sekali tidak gesit. Namun mereka berjalan berdua, pelan-pelan, menyusuri jalan melihat-lihat kebun tetangga atau sekedar sekitar kompleks yang sudah mulai penuh bangunan baru. Jangan dibayangkan tingkah mereka seperti dua remaja yang dimabuk asmara; mereka sudah kakek nenek; anak-anaknya sebaya dengan saya, mungkin sudah berada di puncak karir masing-masing seperti saya juga.

Di event seminar, setidaknya ada satu pasangan seperti ini juga. Yang pria adalah mantan dosen saya puluhan tahun lalu; istrinya dengan setia menemani bapak ini kemana-mana. Sang bapak masih kelihatan lincah pergi dari satu sesi ke sesi lainnya, dan istrinya dengan sabar mengikutinya. Hebat wanita ini. Saya bayangkan betapa sangat membosankannya harus hadir di sesi seminar yang bidang maupun topiknya dia sama sekali tidak paham. Kalau anak sekarang punya pacar seperti itu paling sudah ditinggal shopping atau BBM an dengan sohib-sohibnya. Tapi toh ibu tua ini tetap sabar, duduk diam di kursinya, menemani suaminya, yang juga sudah sama-sama tua, menggeluti bidang yang disukainya.

Saya terkesan sekali melihat mereka ini. Ketika kawin cerai santer melanda kalangan artis di luar negeri atau di negeri kita, ketika makin banyak orang muda meragukan dan terkesan takut akan ikatan pernikahan, mereka menunjukkan bahwa cinta dan kasih sayang tak lekang dimakan usia. Mereka pasti juga sudah pernah mengalami konflik; mereka juga pasti pernah harus mentolerir kebiasaan pasangannya yang sebenarnya sungguh mati tidak tertahankan; pasangan mereka yang dulu gagah perkasa juga akhirnya sudah lapuk, renta, bahkan sakit-sakitan; puncak karir mereka juga sudah lama berakhir setelah mereka turun gunung menjadi pensiunan; uang mereka juga pasti sudah menyusut, namun semua itu tidak mengurangi cinta mereka yang sekali bersemi lalu menjadi abadi . . . til death do them part. . . .

P.S: Beberapa hari ini posting saya tentang dunia manusia lanjut usia. Pantas, tiga posting terakhir sama sekali ndak diminati oleh para pembaca saya yang kebanyakan usia 30 tahun ke bawah. Ya biarlah . . .

Posted in: Uncategorized