14 November

Posted on November 14, 2011

0


14 November 1987. Dua puluh empat tahun yang lalu . . .

Saya tidak akan melupakan tanggal tersebut. Itu adalah tanggal pertama kali saya bertemu dan duduk bersama-sama seorang mahasiswi adik kelas saya; namanya Apriyani Suzanna. Waktu itu saya anggota panitia English Week di kampus saya, Sie Dokumentasi, dan dia adik kelas saya yang baru masuk kuliah. Kami menghadiri malam penutupan English Week di Gedung Auditorium, dan ketika pulang saya mengantarkannya sampai ke rumah kakaknya di Kawi Selatan; dia naik Suzuki Bebek FR 80, sementara saya naik skuter ayah saya. . . .

24 tahun yang lalu. Sekarang dia sudah menjadi ibu dari kedua anak saya di rumah. Pagi ini, dia menulis di status BB nya: “To my husband. Good luck ya!”. Saya membacanya dengan segenap perasaan ketika selesai acara talkshow di sebuah stasiun radio.

14 November 1987. 24 tahun yang lalu. Hari ini saya diingatkan oleh berbagai peristiwa yang seolah sepele namun ternyata sangat dalam maknanya buat saya untuk mengingat kembali tanggal tersebut. Usia Susan ketika itu masih 17, jalan 18 tahun, dan saya hampir 21 tahun. Sekarang saya sudah 44, dia 41. Motor bebek FR 80 itu masih ada di garasi kami, bertahun-tahun sudah tergolek disitu tak pernah lagi dipakai. Gedung auditorium tempat kami bertemu dulu juga sudah lenyap; diganti oleh bangunan lebih modern. Beberapa penanda historis peristiwa itu sudah uzur, bahkan lenyap, namun tanggal itu terpateri kuat di benak kami berdua; tanggal dimana kami pertama kali bersua dan kemudian memutuskan untuk menapaki jalan hidup bersama-sama . . . . til death do us part. . . .

Malang, 14 November 2011

Posted in: Uncategorized