Tentang Komunikasi

Posted on October 27, 2011

0


Bayangkan, kita sehari saja pergi ke kantor, bekerja seperti biasa, namun tidak mengucap sepatah katapun kepada rekan-rekan kerja dan semua makhluk hidup yang kita jumpai di kantor.

Akan jadi apa kita?

Yang jelas, suasana pasti hening. Orang lalu lalang, mengetik, merapikan file, membersihkan lantai, dan sebagainya, tanpa berucap sepatah katapun. Not a word. Tidak secara lisan, tidak secara online lewat YM atau apapun.

Yang pasti, suasana seperti itu pasti hanya akan bertahan beberapa jam. Detik berikutnya lalu terjadilah kekacauan, karena ternyata tanpa berkomunikasi, kita tidak juga berkoordinasi; tanpa berkoordinasi, kita lalu saling tubruk sana-sini. Jadwal-jadwal bertabrakan. Kepentingan setiap unit terabaikan, kacau balau, tumpang tindih, beberapa terlewat, beberapa overlap . . .

Komunikasi menjadi sangat vital. Menjadi pendiam boleh, kayak saya contohnya, namun kalau semuanya didiamkan, yang terjadi adalah kesalahpahaman dan kekacauan tadi itu. Pada saat saat tertentu, bahkan sang super pendiam pun, kayak saya contohnya, harus dan wajib membuka mulut untuk mengkomunikasikan sesuatu yang penting bagi rekan-rekan dan timnya.

Setidaknya dua hal di bawah ini sering menyebabkan miskomunikasi (salah paham) dan nirkomunikasi (tanpa komunikasi):

1. Mengasumsikan bahwa kita tahu sama tahu. Padahal yang sering terjadi adalah: kalau saya tahu, belum tentu si B dan si C yang menjadi rekan saya juga tahu.

2. Mengasumsikan bahwa pemahaman semua orang sama.Padahal yang sering terjadi adalah: jika saya tahu bahwa e-mail dari pimpinan itu adalah sebuah instruksi, si B dan si C belum tentu menerimanya atau memandangnya sebagai sebuah instruksi. Untuk menjembataninya, ya harus ada komunikasi.

Demikianlah, komunikasi memang vital. Komunikasi yang efektif lebih vital lagi. Buat saya, nampaknya lebih baik rekan-rekan saya mengkomunikasikan satu informasi penting beberapa kali sampai saya merasa mblenger (overwhelmed), daripada kaget karena tahu-tahu ada hal penting yang baru saya ketahui karena selama ini tidak dikomunikasikan.

Posted in: Uncategorized