Hidup Seperti Compact Disc

Posted on October 13, 2011

0


Masih tentang hidup. Saya pernah baca tulisan seorang pemikir (sayang saya lupa namanya) yang menyamakan hidup seperti sekeping CD (Compact Disc) yang berisi puluhan lagu-lagu. Di CD itu ada lagunya Mick Jagger, lagunya Phil Collins, lagunya the Beatles, lagunya the Deep Purple, sampai lagunya Ayu Ting Ting. Nah, ketika kita memainkan CD itu di stereo set kita, kita memilih salah satu dari lagu-lagu itu. Misal, kita sedang senang mendengar lagu slow rock, maka kita tekan lagunya Deep Purple, dan mengalunlah musik slow rock dari band itu.

Nah, kemana lagu-lagu lainnya selain the Deep Purple? Ya, masih ada di CD itu, tidak bergeser atau hilang. Tapi, karena kita telah memilih Deep Purple, maka yang kita alami saat ini dan disini adalah lagunya the Deep Purple.

Hidup pun seperti itu. Ketika kita berada di persimpangan jalan, kita dihadapkan pada pilihan: terus, belok kiri, atau belok kanan. Nah, ketika kita memilih untuk belok kanan, maka kita akan mengalami apapun yang berada di kanan itu. Ada toko makanan, ada bengkel, ada salon, dan sebagainya. Tapi pada saat itu, sebenarnya ada hidup yang juga kita alami kalau kita tadi mengambil belokan ke kiri, dan ada juga yang akan terjadi kalau kita mengambil jalan lurus terus. Hanya karena kita telah memutuskan untuk belok kanan, maka yang kita alami sekarang adalah yang ada di kanan. Apakah yang di kiri dan terus tadi lantas nihil? Tidak. Mereka masih ada disitu, hanya karena kita tidak memilihnya, maka kita tidak mengalaminya. Kalau kita tarik analogi dengan CD di atas tadi, kita sedang mengalami Deep Purple, tapi yang Mick Jagger dan Phil Collins dan lain-lainnya juga masih ada di dunia kita, tidak musnah.

Rumit? Semoga tidak.

Mungkin ini juga yang selaras dengan teori kuantum yang aneh bin ajaib itu. Saya harus membaca ringkasan populernya beberapa kali sebelum benar-benar paham apa maksudnya. Tapi kurang lebih temuan-temuan terakhir di bidang kuantum membawa bakal revolusi besar dalam pandangan tentang bagaimana alam semesta ini sebenarnya bekerja.

Lepas dari teori-teori mustahal itu, apa yang saya tulis di atas sebenarnya merujuk pada satu kesimpulan sederhana: hidup adalah serangkaian pertigaan atau perempatan, atau bahkan sekeping CD dengan banyak lagu. Apa yang kita pilih, itulah yang kita alami, termasuk semua konsekuensi dan dampaknya terhadap kita dan sekeliling kita.

Posted in: Uncategorized