MAKNA

Posted on October 3, 2011

2


oleh : seorang mantan mentee Curcuminoid, mahasiswi Prodi Manajemen

Mungkin benar kata orang “bercerminlah dahulu sebelum kamu menyalahkan orang lain”.
Begitu mudah sesuatu kita ucapkan dengan mulut kita sehingga kadang kita lupa apa saja yang telah kita ucapkan. Bisa saja yang telah kita ucapkan kita langgar sendiri secara tidak sadar. Begitu mudah kita mengucapkan kata tetapi kadang kita lupa akan makna kata tersebut.

Seperti itu juga kadang dalam kehidupan kita sesuatu dapat kita lewati dengan sesuai pikiran kita tetapi kadang juga tidak seperti apa yang kita perkirakan. Kehidupan itu tidak mudah ditebak kadang bisa senang kadang bisa sedih. Seperti itulah hubungan kita dengan sesama; kadang hubungan tersebut menyenangkan tetapi pasti juga ada masalah yang menghampiri dalam hubungan tersebut.

Seseorang dengan mudah dapat akrab dengan orang lain dan menyebut mereka sebagai teman, sahabat, bahkan saudara. Tetapi kadang mereka lupa dengan makna kata-kata tersebut. Teman merupakan orang yang dekat dengan kita dan dapat mengerti kita, sahabat merupakan teman dekat yang dapat berada disisi kita saat kita sedih maupun senang, saudara merupakan orang yang paling mengerti kita dibandingkan kita sendiri.

Tetapi kita kadang lupa bahwa mereka bukan sepenuhnya milik kita. Terkadang dalah hubungan pertemanan kita lupa mereka juga memiliki dunia mereka sendiri dan memiliki jalannya sendiri serta ada batasan dimana kita tidak mungkin ikut campur. Begitu mudah kita mengucapkan kata teman, sahabat atau bahkan saudara disaat kita susah dan mereka ada disisi kita tetapi saat kita senang kita lupa dengan mereka dan tidak peduli dengan mereka.

Dengan mudahnya kita dapat melupakan mereka bahkan menghina mereka jika kita sudah bosan tetapi kita lupa bahwa terkadang merekalah yang telah menolong kita selama ini. Begitu mudah kita mencari seseorang yang baru untuk mengggantikan mereka tetapi terkadang kita belum mengenal benar sosok baru tersebut. Dengan mudah kita mencaci orang yang telah menemani kita, mengorbankan waktunya serta tenaganya untuk kita, tetapi malah kita lupakan dan kita caci.

Kadang kita benar-benar lupa untuk bercermin terhadap diri kita dan mengevaluasi diri tentang apa yang telah terjadi tetapi kita lebih suka menyalahkan orang lain. Kita tidak sadar dengan apa yang kita perbuat tetapi kita akan ingat dengan apa yang telah orang lain perbuat kepada kita apalagi jika itu kita tidak suka. Jangan sampai kita menyesal kehilangan orang yang begitu berharga untuk kita karena kesalahan kita sendiri.

Posted in: Uncategorized