Budaya Cepat vs Budaya Santai

Posted on September 30, 2011

2


Salah satu perbedaan budaya yang sangat menyolok antara Barat dan Asia (baca: Indonesia) adalah cara berjalan. Hal ini sebenarnya saya sudah dengar sejak S1, tapi sampai sekarang pun ternyata masih nyata adanya.

Saya pernah bertanya kepada seorang dosen Amerika yang mengajar di kampus Indonesia, tepatnya di Universitas tempat saya belajar dulu, apa yang dia pandang cukup menyebalkan di kampus Indonesia. Jawabnya: “cara berjalan!”.

Dia menceritakan betapa frustrasinya dia harus tertahan di belakang sekelompok mahasiswa Indonesia yang berjalan santai berombongan sampai memenuhi koridor.

“Kami di AS tidak bisa dan tidak biasa berjalan lambat-lambat seperti itu,” katanya.

Saya amini pendapatnya. Ketika kuliah di Wellington, saya pun melihat bagaimana orang-orang disana berjalan dengan cepat dari satu hall ke hall lainnya. Di kampus saya sendiri, setelah menjadi dosen, saya sering harus menyelip-nyelip serombongan mahasiswa yang berjalan lambat di koridor.

Itu sudah budaya. Dan karena sudah budaya, tidak lagi bisa dinalar atau dinilai benar salahnya.

Apakah itu menunjukkan mahasiswa Indonesia cenderung lebih santai daripada mahasiswa Barat? Ya, mungkin juga.

Kalau kita tanyakan mengapa mereka berjalan seperti itu, ya belum tentu kita akan mendapatkan jawabannya. Namanya juga budaya; bisa saja karena sudah tertanam di bawah sadar, para pelakunya justru tidak tahu kenapa mereka berbuat seperti itu. Mereka baru sadar kalau ada orang yang menunjukkannya, seperti posting ini.

Lalu apakah budaya bisa dirubah? Ya bisa, buktinya saya juga orang Indonesia, tapi bisa berjalan cepat dan tidak punya kebiasaan memenuhi koridor dengan berjalan santai bersama rekan-rekan dosen yang lain.

Sekarang saya tahu mengapa pemerintah kita rajin menghimbau generasi terdidik untuk belajar di luar negeri. Rupanya pemerintah ingin rakyatnya menyerap budaya mereka, sehingga menjadi sedikit lebih sigap dan cepat seperti juga orang-orang Barat yang selama ini terbukti sedang dan sudah selalu memimpin kemajuan peradaban.

Posted in: Uncategorized