Siap-Siap Manggung

Posted on September 10, 2011

0


Seminggu lagi saya harus manggung. Bukan nyanyi atau nge band atau nari kuda lumping, tapi berpidato dalam acara pengukuhan saya sebagai profesor. Biyuh! Staf Humas dan Promosi sudah dengan giat mewawancara saya, mengambil foto saya dari berbagai sudut, bahkan mengontak jaringan televisi untuk meliput saya di kelas dan di acara nanti. Fiyuuhh. . . .!

Saya tipe orang yang sebenranya kurang nyaman dijadikan sorotan. Selain karena merasa masih banyak yang lebih istimewa daripada saya, dari dulu saya memang dasarnya pemalu, dan sampai sekarang tidak pernah sembuh dari penyakit itu. Tapi saya menghargai semua upaya yang dilakukan rekan-rekan untuk membawa saya ke momen-momen penuh kenangan tersebut, baik bagi saya sendiri maupun buat Ma Chung. Yah, nasib juga yang membawa saya ke Ma Chung, dan nasib juga yang mentakdirkan saya sebagai Guru Besar pertama yang dilahirkan dari lembaga ini.

Kemarin saya mengikuti gladi kotor upacara yang dipimpin rekan saya, Bu Yudi. Ada beberapa mahasiswa saya yang terlibat di dalamnya. Terharu rasanya, these people, these students, these colleagues . . . .

Menjelang siang, mantan mentee saya yang pendiam tapi pinter nulis itu datang untuk ngobrol. Tumben, dia mau datang ke kantor dan menikmati kue-kue saya. Saya tanya: “Mer, nanti waktu shooting di kelas saya diminta memakai baju warna gelap. Nurut kamu saya pantes ndak pake baju warna gelap?”

Spontan dia menjawab: “Bapak lebih bagus pakai baju warna terang,”

“Kenapa?”

“Ya karena saya sudah terbiasa aja melihat Bapak pakai baju warna terang.”

Ooh, begitu.

Ini Sabtu. Seminggu lagi. Setelah itu selesailah sudah hura-hura sebagai seorang Profesor pertama di Ma Chung. Setelah itu saya mau kerja lagi, mengajar lagi, mentoring lagi, belajar lagi. Dalam diam . . . .Sepi ing pamrih rame ing gawe. .. . .

Posted in: Uncategorized