Wajah Lebar, Profit, dan Mentoring

Posted on August 29, 2011

0


Salah satu situs favorit saya adalah sciencedaily.com. Setiap hari saya tidak pernah absen mengunjungi situs ini dan menikmati isinya. Di bagian Mind and Brain, saya temukan artikel menarik: semakin luas wajah seorang pimpinan, semakin sukses usaha yang dipimpinnya, terutama dalam hal finansial. Pertama membacanya, saya terperangah: “Aaah??”. Aneh-aneh aja orang Barat ini; semua diteliti, dan topik penelitiannya memang kadang-kadang ‘nyleneh’. Ya memang studi tentang wajah dan sukses finansial itu adalah studi korelasi, jadi belum bisa disimpulkan sebagai sebab-akibat. Soalnya, kalau nanti sudah sampai pada sebab-akibat, bisa-bisa semua orang yang sedang menjadi pimpinan langsung operasi plastik semua, minta wajahnya dilebarkan atau diluaskan sehingga profit usahanya bertambah, ha ha haaa! Ngaco ah!

Hmm, . . . . iseng-iseng setelah membaca artikel itu, saya menghitung kembali profit ELTISI yang kemarin saya hitung dengan susah payah. 8 juta sekian, belum nanti dari kelas-kelas yang baru. Hmmm . . . . lalu saya lihat semua potret wajah saya. Belum juga selesai saya tutup semuanya sambil mengatakan dalam hati: “Ah, ngaco ah!”. Ha ha haaa!

Di sciencedaily.com juga saya temukan artikel menarik tentang hubungan baik guru dengan murid. Dikatakan bahwa hubungan baik ini akan membuat murid lebih bersemangat dan terpacu untuk berprestasi baik. Hmm, saya terus mengingat mentoring di perguruan tinggi tempat saya bekerja. Sebagai mentor, tugas saya adalah memberikan dukungan non-akademis berupa kegiatan sharing, memberi dorongan, mendengarkan curhat dan banyak lagi. Lalu saya ingat semua mentee saya, mulai dari yang paling dekat sampai yang biasa-biasa saja. Rasanya studi itu benar. Sebagian besar mentee saya, bahkan juga yang sudah menjadi mantan mentee, semester ini sudah menyelesaikan semua magangnya; prestasinya juga rata-rata baik. Apakah itu dampak tidak langsung dari punya mentor yang perduli dan siap memberikan dukungan? Mungkin itu sebabnya juga kenapa mentee-mentee saya selalu merindukan sesi mentoring. Hmm, menarik untuk dipikirkan lebih lanjut. Tapi apapun itu, memang menyenangkan mempunyai seorang dosen atau guru yang pintar memberi semangat, tidak pernah malas mengingatkan menteenya untuk selalu rajin, dan selalu siap diajak curhat atau sekedar ngobrol-ngobrol santai tentang kehidupan.

Posted in: Uncategorized