Aparat Penegak Hukum: Dihormati atau Disiriki?

Posted on August 20, 2011

2


oleh
seorang mantan mentee di Curcuminoid

Begitu bangganya seseorang yang memiliki pekerjaan yang dianggap mulia oleh banyak orang. Dengan begitu banyak perjuangan menyelesaikan pendidikannya dan menjadi seorang polisi, aparat penegak hukum yang sangat dibanggakan oleh masyarakat. Setelah memasuki masa tugasnya seorang polisi bisa berubah dari seorang penegak hukum menjadi “penjilat” masyarakat.

Begitu banyak kasus yang terjadi tetapi polisi lebih suka “tebang pilih” dalam menyelesaikan kasus. Saat sebuah kasus dianggap hanya kasus “orang kecil” tidak akan pernah terselesaikan, tetapi jika itu sebuah kasus yang menyangkut “orang besar” atau pun sudah terekspos di media maka polisi akan bergerak dengan cepat untuk menyelesaikan masalah.

Lucu memeng kadang melihat kenyataan ini tetapi inilah realita yang terjadi. Masyarakat sekarang berpendapat polisi itu tidak lebih dari sekelompok orang yang bukan melindungi rakyat tetapi memeras rakyat. Masyarakat sudah tidak percaya dengan polisi dan menganggap polisi hanya sebuah jabatan yang menipu.

Realita yang ada banyak terjadi ketidakadilan. Contoh bagaimana bisa seorang polisi yang mengatur jalan lebih mementingkan pejabat yang melintas dibandingkan dengan ambulance yang jelas-jelas lebih penting. Polisi hanya diam saat ambulance terjebak kemacetan saat lampu merah dan tidak melakukan tindakan apapun. Tetapi jika pejabat yang lewat polisi bisa ada disemua titik kemacetan dan siaga mengamankan kelancaraan jalan yang dilewati pejabat tersebut.

Mungkin kadang benar kata orang seseorang yang sudah merasa memiliki kekuasaan akan melupakan amanat yang diembannya. Begitu merasa memiliki kewenangan sedikit saja akan dengan mudah merasa berkuasa dan bertindak seenaknya.

Posted in: Uncategorized