Tentang Bekerja Cepat dan Talenta Murid

Posted on June 17, 2011

0


Pengunjung terakhir di machungaiwo kemarin mencapai 58 orang. Biyuh biyuh! Seneng saya blog ini dibaca banyak orang, padahal tiga hari terakhir ini nggak ada posting baru. Yah, 58 itu memang masih sedikit, gak ada apa-apanya dibandingkan blogger lain yang hitsnya bisa mencapai ratusan per hari. Tapi tetap aja saya merasa senang dan bangga. Ya biarin to?

Salah satu kebiasaan bagus saya adalah saya ini orangnya fast-paced, alias bekerja dengan relatif cepat. Namun, sisi jeleknya yang mendampingi sisi bagus itu adalah saya kadang-kadang jadi terlalu menuntut yang lain untuk juga secepat saya. Kalau ada satu hal yang lamaa sekali ndak tuntas juga setelah beberapa waktu, maka saya akan bertanya-tanya dalam hati : “Kalian itu ngapain aja sih, kerjaan kayak gitu aja nggak selesai-selesai??”. Ya, saya tahu ini jelek. Saya musti belajar lebih bertenggang rasa, lebih toleran, tapi tetap tidak kehilangan momentum, dan tahu saat yang tepat untuk mengingatkan orang akan tugas-tugasnya. Easier said than done, sometimes.

Nanti saya untuk pertama kalinya dalam hidup akan meyudisium beberapa belas mahasiswa Prodi Sas Ing (Sastra Inggris) angkatan 2007. Beberapa hari sebelumnya saya dan beberapa rekan menguji skripsi beberapa di antara mereka. Ada satu dua orang yang kami rasa tidak punya harapan untuk jadi orang, karena memang performanya payah, mutu temuan dan alur pikirnya kacau balau bahkan ketika sudah di meja ujian. Namun saya yakin bahwa mungkin talenta mereka memang tidak di bidang akademis. Nah, ternyata benar juga: esok harinya, beberapa dari mereka berbicara hati ke hati dengan saya sebagai Dekannya, dan mereka mengutarakan berbagai pencapaian hidup yang memang tidak tercakup dalam kurikulum pendidikan S1 yang sebentar lagi mereka tamatkan. Saya terkesan, bahkan sedikit terenyuh. Manusia memang multidimensi, dan Tuhan tidak pernah salah membentuk hidupnya. Payah di bidang akademis bukan berarti payah dalam kehidupan. Ketika mereka tahu talentanya, dan mereka bertekun dalam ladang itu, maka merekapun bersinar. Tidak peduli IPK di bawah 3, tidak perduli mau cum laude atau cukup memuaskan saja, namun yang jelas mereka punya ladang lain yang mereka bisa tanami dengan bakat-bakatnya, entah di bidang karya sosial, bisnis pribadi, menulis novel, menggambar, jadi guide, buka online shop, jadi ibu rumah tangga yang baik, dan lain-lain.

Baik, itu sepenggal ‘pecahan granat’ saya pagi ini. Hampir satu jam dari jam 8 pagi. Saya sudah menyelesaikan setidaknya tiga pekerjaan yang akan memakan waktu setidaknya 2 jam oleh orang lain yang tidak se fast-paced saya. Tapi biarlah. Makanya saya rehat sebentar, mblogging, mensyukuri hari ini, dan kembali berkarya untuk ladang yang telah Dia berikan kepada saya.

Posted in: Uncategorized