Mellow Mentor??

Posted on June 8, 2011

0


Up from your chair

Through the glass window

Down the elevator

Through the buzzing crowds

You never look back

I clenched my hand

Gripping your wet tissue

I know you are crying inside

Because . . .

so am I.

*********

Apa yang Anda bayangkan ketika melihat baris-baris sendu di atas? Saya sedang patah hati karena ditinggal seseorang? Saya sedang mellow? Juga, apa yang Anda bayangkan ketika membaca posting “Confusion” sebelum yang ini? Apakah saya sedang bimbang, kehilangan arah, naksir seseorang yang udah married tapi tidak kesampaian dan segitu patahnya sampai nulis puisi itu ?

SALAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHH!

Ha ha haaa!

Anda akan tahu mengapa saya menulis baris-baris sendu di atas itu setelah membaca kalimat-kalimat berikut ini:

Shanty, ini note dari saya untuk ‘menandingi’ notemu. Saya penasaran masa saya gak bisa bikin note sebagus kamu:)

Nah, pertanyaan dari saya: (1) note ini tentang apa? (2) bagaimana saya bisa sampai pada pencurahan note ini?

Ok, now looking forward to your comments! ^^

Lhaa, jadi saya nulis puisi mellow di atas tanpa perasaan sendu sama sekali. Kalaupun ada perasaan, itu adalah perasaan ndak mau kalah sama mahasiswi saya yang namanya Shanty Arisa itu. Lha masak dia bikin note bagus-bagus dan sendu-sendu (kalau ini mah refleksi perasaannya), dan saya sebagai mantan dosennya nggak bisa.

Terus bagaimana dengan “Confusion”? Sama aja, saya sedang merefleksikan perasaan seseorang lewat baris-baris itu. Itu bukan isi hati saya; itu adalah isi hati orang yang dekat dengan saya, sedemikian dekat sampai saya bisa nyaris sempurna membaca hati dan pikirannya. Dan toh dia bilang “80 persen benar!”. Jadi, cukup hebat juga kan saya membaca perasaan orang lain?

Profesor dan mentor kok nulis puisi? Ya, menurut saya wajar saja. Donald Rumsfeld, mantan menteri pertahanan USA jamannya George Bush senior, adalah penulis puisi lumayan ngetop disana. Pak Sharpes, yang sekarang jadi visiting scholar di Ma Chung, juga menerbitkan buku kumpulan puisinya. Jadi ndak ada salahnya orang-orang ilmuwan bahkan militer mengekspresikan perasaannya lewat berbagai media dalam berbagai bentuk. Bisa puisi, prosa, cerpen, blog, dan sebagainya.

Jadi, saya menyukai kegiatan ini. Makanya, blog dan note saya di FB ini tak kan pernah mati. Tunggu saja setiap postingnya.

Posted in: Uncategorized