Mimpi Seorang Calon Rek. . . , eh, Terminator

Posted on June 2, 2011

4


Setelah pengumuman itu, di permukaan saya tetap seperti dulu: serius, pendiam, cuek, dan tetap kampungan kalau sudah ngakak karena merasa ada sesuatu yang lucu. Tapi hanya orang-orang terdekat yang tahu bahwa saya sebenarnya galau. Terus terang saya agak miris.

Entah hanya perasaan saya saja yang memang sensi, atau memang sesuatu yang aneh sedang terjadi setelah pengumuman itu. Suasana kampus mirip kuburan yang mayat-mayatnya bangkit dan meraih-raih serta menggumam tidak jelas. Hanya satu yang menenangkan saya, itupun timbul tenggelam: bahwa saya percaya ini memang apa yang dimaui Tuhan. Bukankah sudah saya proklamasikan bahwa iman adalah percaya bahwa Tuhan akan melakukan apa yang benar di mata Nya? Saya maju pidato ya dengan keyakinan itu; saya menerima pengumuman ya dengan iman itu–walaupun dengan jantung nyaris rontok melihat hasilnya. Nah, sekarang kan mestinya saya juga tetap berpegang pada iman itu, apapun yang akan Dia timpakan kepada saya?

Lalu malam kemarin (sekitar 7 jam yang lalu) saya mimpi aneh: ada seekor serigala kecil yang galak sekali. Semua orang yang lewat digonggong dan digigitnya. Ketika saya lewat, dia pun menyalak dan berlari mendekati saya. Saya mengelak sedikit dan dia bablas; lalu dia kembali lagi, menyalak-nyalak. Begitu sampai di kaki saya, saya baru sadar bahwa saya ternyata sedang menggenggam sepotong besi baja. Tanpa ayal saya keprukkan besi itu ke kepala serigala galak itu. Dia mati sak kal, jatuh tidak bergerak lagi.

Apa artinya? Ya ndak tahu, tapi kalau saya boleh berharap, semoga mimpi itu bermakna baha saya bisa mengalahkan apapun yang membuat saya galau.

Saya menulis ini di status facebook saya untuk mewakili perasaan saya: “Saya hanyalah seorang pria sederhana. Saya tidak punya ambisi tinggi. Saya hanya bekerja keras, dan setelah capek lalu pulang ke rumah ke pelukan hangat orang-orang terdekatnya”.

Posted in: Uncategorized