Work Scene Investigation

Posted on May 27, 2011

2


Salah satu film favorit saya adalah CSI (Crime Scene Investigation). Menarik melihat bagaimana para detektif itu melacak kronologis kejadian suatu peristiwa kriminal dari bukti-bukti yang tertinggal dan kondisi crime scene (Tempat Kejadian Perkara). Saking senangnya, saya pernah suatu ketika terdiam lama di samping sebuah mobil Xenia warna coklat susu yang diparkir di gereja Maria Ratu Rosari. Bukan mau nyolong, tapi asik aja menerka-nerka siapa pemilik mobil itu dilihat dari tampang mobilnya.

Nah, rupanya hobi ini (hobi yang aneeh?) keterusan bahkan sampai di tempat kerja. Coba perhatikan foto berikut yang saya jepret dari suatu meja kerja:

Ini jelas meja kerja seorang kantoran. Lha ya iyalah, lha masa kuli bangunan?? Komputer menunjukkan bahwa orang ini melakukan sebagian tugasnya lewat media Internet. Berarti besar kemungkinan tempat kerjanya cukup modern.

Dua kursi di depan meja itu menunjukkan bahwa orang ini sering, atau bahkan suka, menerima tamu di tempat kerjanya. Jumlah kursinya dua, lho, bukan cuma satu.

Tumpukan berkas di mejanya mengindikasikan sesuatu yang lain. Berkas yang tertata lurus di tengah pasti adalah berkas yang sedang dia kerjakan atau baca. Berkas di sebelah kanan harus dilihat urutannya. Semakin ke bawah semakin ndak penting dari sudut pandangnya, atau setidaknya, belum terlalu penting. Semakin kocar-kacir letak berkas di kanan itu, semakin kuat indikasi bahwa dia sedang sedikit kewalahan menangani pekerjaanya. Jadi begitu terima berkas, dibaca atau digarap sedikit, terus gabruk! ditaruh gitu aja di sebelah kanannya. Demikian beberapa kali dalam satu minggu sampai akhirnya menumpuk kocar-kacir begitu. Ntar baru terasa kalau sudah mendekati deadline, pasti bakal berhamburan itu kertas-kertas, diselingi gerutuannya: “Duh, kemana ya SK tadi itu?? Mesti gini lho; kalau pas dicari mesti nggak ada!”

Agak ke ujung kiri di dekat keyboard ada spidol terserak-serak. Itu menandakan orang ini baru pindah ke kantor ini. Rupanya belum sempat beli stationery desk sehingga alat tulisnya dibiarkan kececeran disitu. Spidol, bukan pena atau pensil. Hmm, . . . orang ini pasti kerjanya semacam dosen atau trainer yang akrab dengan whiteboard dan presentasi.

Lihat benda yang di tengah meja. Orang ini bukan penggila gadget. Coba aja lihat model ponselnya keluaran tahun 2005, Sony Ericsson P9901 yang bisa dibuat nglempar anjing lewat. Dia pasti ndak perduli gadget mau keluar model baru apapun, hatinya bergeming, tetap kokoh tidak mau beli. Akibatnya ya gitu itu: jadul gak karuan. Tapi di sisi lain, kita bisa simpulkan orang ini lebih mementingkan isi pikiran dan kerjanya daripada kinclongnya gadget baru.

Terus masih ada hal menarik lainnya: tempat kue di tengah. Isinya? Dua potong roti tawar berlapis selai coklat. Itu pasti dari seseorang yang dekat dengannya. Dan orang itu pasti seorang wanita, buktinya; tempat makannya berbentuk hati. Jiyeehh!

Demikianlah, hasil pengamatan sederhana plus amatiran dari saya tentang suatu meja kerja. Semoga berkenan!🙂

Posted in: Uncategorized