Kiamat: Jadi atau Enggak Sih?

Posted on May 25, 2011

0


Dua hari ini Yahoo page memuat berita tentang melesetnya ramalan Harold Camping, seorang yang meramalkan bahwa kiamat akan terjadi pada hari Sabtu 21 Mei yang lalu. Katanya, dalam peristiwa yang dia sebut Rapture itu akan ada sekitar 2000 an orang pengikut Kristus yang akan diangkat ke surga sementara yang lainnya mati mengenaskan.

Herannya, ramalan ini sudah terbukti meleset dua kali (yang pertama di tahun 1994), tapi kok ya masih saja ada orang percaya. Di berita Yahoo itu pula dikatakan bahwa ada seorang supir truk yang sangat kecewa karena Sabtu yang lalu itu tidak jadi kiamat. “Saya sudah ndak merasa bergairah meneruskan hidup ini; terlalu banyak masalah. Jadi saya berharap akan mati saja di hari Sabtu yang lalu; eh, ternyata ndak jadi!”.

Barusan si Camping ini berkoar lagi d Yahoo, mengatakan bahwa dia sangat kecewa kenapa kiamat kok batal, dan kemudian menduga bahwa ada yang salah dengan perhitungan matematikanya sehingga kiamat itu batal.

Saya tertegun-tegun membaca berita-berita itu. Bukan kenapa, tapi saya heran benar kok bisa-bisanya sumber berita sekelas Yahoo bisa mempercayai atau setidaknya meliput berita gombal-gambul bel gedhuwel beh kayak gini yaaa??? In kan udah jelas pemikiran wong edan! Mana ada kiamat yang mendadak mak klonthangng!!! begitu? Kiamat itu akan datang perlahan-lahan, dalam bentuk habisnya sumber daya alam karena makin banyaknya populasi dan nafsu mengeksploitasi manusia yang sudah di luar batas akal sehat. Umat manusia punah karena sampai detik terakhirpun mereka sulit menyatukan persepsi yang sama tentang kegentingan situasi. Ya gitu deh, pokoknya intinya sederhana: kiamat tidak akan datang seperti mercon mendadak meletus. Jangan harap melihat langit tiba-tiba terbelah kemudian beberapa orang terpilih ditarik masuk ke dalamnya, dan yang lain kocar-kacir karena kurang cepat atau kurang pantas untuk diselamatkan. Itu mah cerita fiksi atau adegan film kartun!

Mungkin umat manusia bisa mengupayakan untuk berpindah ke planet lain begitu Bumi ini sudah mau ambles. Tapi terus teringat doanya Lewis Carroll: “Mari kita berdoa semoga umat manusia tidak pindah ke planet lain, sehingga mereka tidak bisa menyebarkan kejahatannya di planet baru itu”. Ha ha haaa! Jlebzz tenan! Touche!

Ya saya ndak menyalahkan Yahoonya. Sebagai situs sangat populer, mereka pasti akan menggasak isu apa saja yang sempat didengar, kemudian meraciknya untuk memikat pembacanya. Isu-isu yang setidaknya menurut saya gak penting blas pun bisa dipoles sehingga seolah-olah menjadi berita gawat. Lha masak soal code namenya Presiden Obama atau soal dia lupa bahwa ini adalah tahun 2011 dan bukan 2008 bisa dijadikan berita di headlinesnya???

Jadi memang di jaman ini kita harus sangat hati-hati. Sistem kepercayaan kita banyak sekali dipengaruhi atau dibentuk oleh apapun yang kita baca di media online maupun offline. Sikap “skepticism is always healthy” barangkali tidak ada salahnya diterapkan.

Posted in: Uncategorized