Berkeping pada 19 Mei 2011

Posted on May 19, 2011

0


Blogging menjadi sarana untuk rileks setelah berhari-hari saya konsentrasi penuh ke urusan rapat dan rapat dan rapat. KPI KPI KPI. Proker Proker Proker, hadeeehhh!

Peristiwa paling menyedihkan menjelang akhir minggu lalu adalah berpulangnya Mama mentee terdekat setelah tidak sadarkan diri akibat pendarahan otak untuk kedua kalinya. Tiga hari penuh saya menemaninya via texting, melihatnya setengah rela dan tidak untuk melepas kepergian Mamanya setelah dokter menyatakan hampir tidak ada harapan. Ketika akhirnya dia memberi kabar bahwa Mamanya sudah pergi, saya berduka dalam. . . . .

Sampai kepikiran mau meruwat kelompok mentoring saya. Lha ya gimana tidak? Tahun 2009 saya melayat ayahnya Ian, yang waktu itu masih mentee saya. Ayahnya meninggal mendadak pada usia 49 tahun. Tahun 2011 saya melayat Mamanya Pamela, yang berpulang pada usia 46 tahun. Ada dua mentee yang agak sakit, satunya sering mimisan, satunya sempat harus periksa jantung karena cenut-cenut, katanya.

“Kenapa justru Bapak yang sedih??” pertanyaan Pamela yang duduk di sebelah saya membuyarkan lamunan saya di persemayaman Gotong Royong itu.

Hmm? . . . Ndak ah,” saya menjawab sekenanya. “Ya, gimana ndak sedih? Kamu kehilangan Mama, dan setiap kali menghadiri upacara pemakaman saya jadi terbayang kalau nanti tiba giliran saya, kuatkah saya menghadapinya?”

Another Pisces came up with words of consolation. She wrote in our BB chat: “Now she is in your responsibility, Sir,” she said. “I hope she can see the spirit of (Jesus) Christ in her mentor.”

Saya sampai tertegun lama membacanya. . . . .

Posted in: Uncategorized