“Action!”: Menjalani Peran dalam Panggung Kehidupan

Posted on May 15, 2011

0


Menjalani hidup kadang-kadang terasa seperti melakoni berbagai peran dalam sebuah film atau pentas drama yang diarahkan oleh seorang sutradara yang luar biasa hebat. Begitu hebatnya sang sutradara ini sehingga film itu terasa seperti nyata, dan para pemainnya pun tidak bisa lagi membedakan antara dunia nyata dengan dunia panggung.

Nicole Kidman pernah jatuh depresi dan minta sutradara memberinya istirahat lebih panjang ketika dia bermain sebagai seorang ibu dalam film “The Others”. Kenapa? Karena dia merasa tertekan sekali dengan perannya sebagai ibu yang membunuh anak-anaknya sendiri dalam film itu. Rupanya, saking dalamnya dia memerani ibu itu, dia menjadi seperti seorang ibu yang benar-benar tega membunuh darah dagingnya sendiri.

Kevin Bacon hanya bisa mengatakan “aduuh, mengapa saya jadi jahat sekali!” ketika dia bermain sebagai seorang sipir penjara anak remaja yang suka menggauli dan mensodomi bocah-bocah belasan tahun yang menjadi tahanan dalam film “The Sleepers”.

Yang lebih tragis adalah Vic Morrow dalam sebuah film perang. Tuntutan sutradara dan niatnya untuk bermain total membuatnya melakoni adegan berbahaya tanpa pemeran pengganti (stunt man). Dia berlari menyeberangi sungai, membawa dua orang anak Vietnam di tangan dan pundaknya. Di atas, ada helikopter bersiap mendarat menjemputnya. Mendadak helikopter itu limbung karena kerusakan teknis. Badannya jatuh terguling ke sungai, dan rotornya yang sedang berputar kencang melibas air sungai, tanpa ampun menggasak Vic Morrow dan kedua anak itu. Vic tewas seketika dengan kepala terpisah dari tubuhnya; seorang anak di tangannya tewas tertusuk rotor jahanam itu, dan seorang lagi tewas di rumah sakit setelah luka parahnya tak terobati.

Begitulah. Kadang-kadang dalam hidup saya merasa sedang menjalani peran yang ditugaskan oleh Nya, sang Empunya Hidup. Banyak kali saya bersyukur untuk peran yang saya jalankan itu, namun ada banyak kali juga saya merasa tergetar dan mendadak mau mutung saja di tengah-tengah peran hebat dalam adegan maha dahsyat yang kita sebut Kehidupan ini.

“Camera . . . . action . . . .!”

Life goes on, and so let me finish my part in this Grand Stage.

Posted in: Uncategorized