Tuhan Memang Bodoh?

Posted on May 14, 2011

0


Kadang-kadang Tuhan memang bodoh. Kita berdoa minta supaya terhindar dari masalah, eh, malah masalahnya jadi lebih berat. Maka kita akan menggerutu: “gimana sih, kan tadi saya minta supaya ujian besok berjalan lancar? Kok malah ternyata soalnya sulit ndak karuan?? Apakah Tuhan mendengarkan?”

Kasus paling segar dalam ingatan adalah ketika akreditasi Prodi X. Malam sebelumnya doa-doa dan ucapan penyemangat sudah bertaburan di Facebook untuk kesuksesan Prodi tersebut dalam proses akreditasi. Semua doa dipanjatkan, dan semua yakin bahwa Tuhan akan mendengarkan dan membebaskan Prodi X tersebut dari kesulitan ketika menghadapi para asesor.

Esok harinya ternyata semua doa dan pengharapan itu kandas. Prodi X sempoyongan dihajar pertanyaan tajam bertubi-tubi dari para asesor. Poinnya berkurang banyak, semua pejabatnya lunglai ketika satu persatu kelemahan dan kekurangan Prodinya diubek-ubek dan dikritik dengan sinis.

“Kemana Tuhan? Apa Dia tidak mendengarkan doa-doa kita?” demikian kita akan bersungut-sungut.

Ternyata Tuhan tidak bodoh. Setelah melalui permenungan dalam, saya sampai pada keyakinan bahwa sangatlah naif kalau kita mengharapkan bahwa Tuhan akan selalu mengabulkan doa-doa kita yang cenderung minta jalan pintas, bebas dari kesulitan, cepat dan selamat. Tuhan ternyata tahu lebih banyak, melihat jauh ke masa depan, dan tahu benar apa yang sebenarnya dibutuhkan umatnya.

Maka Dia tidak serta merta memberi kemudahan. Ketika kita minta kemudahan, Dia melihat dengan lebih jeli bahwa yang kita butuhkan adalah kehati-hatian, kematangan rencana, dan terutama ketabahan dalam melihat kegagalan dan semangat untuk bangkit kembali. Maka Dia biarkan kita jatuh ke tangan asesor kejam yang menguakkan segala kelemahan kita, lalu, kalau kita maish tetap beriman kepada Nya, Dia akan pelan-pelan membantu, memberi petunjuk, kekuatan, dan daya tahan.

Maka doa yang benar seharusnya adalah: “Tuhan, beri kami kekuatan dan ketabahan menghadapi apapun yang sedang atau akan terjadi. Beri kami semangat kerja sama membangun apa yang masih tercerai-berai. Berikan kami hati yang tak gentar menghadapi cobaan, sebab kami tahu ini adalah tempaan untuk menjadikankami lebih baik.”

Begitu.

Maka saya suka sekali akan apa yang saya tulis di status Facebook dua hari yang lalu:

“Faith is believing that God will do what is right”.

Sebab apa yang benar di mata kita belum tentu benar di mata Nya. Jalan yang Dia pilih buat kita mungkin lebih berliku, lebih bergelombang, bahkan lebih tajam, namun ketika mencapai ujungnya kita akan menjadi pemenang.

Posted in: Uncategorized