Nabi Palsu

Posted on April 27, 2011

0


Kata orang, akan ada jaman dimana nabi-nabi palsu akan bermunculan. Banyak yang mengira bahwa para ‘nabi’ itu adalah juru selamat yang sesungguhnya; mereka tidak tahu bahwa buaian dan rayuannya akan membawa mereka pada kematian dan kedukaan, bukan hidup kekal dan kedamaian sebagaimana yang dijanjikan Tuhan.

Nabi palsu? Saya tidak tahu cirinya. Tapi sepenggal bacaan dari Holy Bible menyatakan bahwa nabi palsu senantiasa menggiring pada pemuasan nafsu jasmaniah secara cepat, alih-alih melatih iman untuk senantiasa bersabar menunggu datangnya buah-buah Roh Kudus yang tidak pernah instan dan selalu berakar pada kebajikan.

Saya jadi ingat “ketik reg spasi dan kirim ke sekian-sekian sekian” yang banyak bertebaran di televisi. Orang-orang ini menjanjikan kekayaan cepat, nasib baik, keberuntungan, pamor, wibawa, penglihatan ke masa depan, jodoh dan bel geduwel beh lainnya yang cenderung memuaskan nafsu daging, bukan keinginan roh kudus.

Ada juga yang siaran menjelang tengah malam, dengan tajuk “Hoki Anda”. Yang ini juga patut dikomentari. Salah satu yang dia bilang dalam ceramahnya adalah soal nama. “Nama awal yang dimulai dengan huruf H menandakan nasib kurang baik di tempat kerja. Orang yang bernama seperti ini harus bertahun-tahun dulu menimba pengalaman di tempat kerjanya, sebelum akhirnya dipercaya memegang suatu posisi yang nyaman (secara finansial, tentunya).” Pertama, saya agak percaya dengan apa yang dia katakan, tapi sedetik kemudian saya berpikir bahwa orang ini pintar sekali mempengaruhi pendengar dengan ucapannya. Padahal kalau ditilik secara lebih jeli, orang mana yang tidak memerlukan waktu lama untuk menjadi pimpinan? Kan setiap karyawan juga harus merangkak dari posisi bawah sampai akhirnya bisa dipercaya menjadi atasan?

Celotehannya berikutnya adalah soal huruf “O”. “Orang yang nama tengah atau akhirnya mengandung huruf “O” umumnya punya kharisma dan aura untuk memimpin. Makanya orang-orang seperti ini juga biasanya punya karir yang bagus, cepat naik di tempat kerjanya.”

Saya mau ketawa, tapi tidak jadi, karena tiba-tiba ingat nama saya sendiri dan posisi saya di tempat kerja : Patrisius Istiarto Djiwandono.

Ooopppsss!

Baiklah, anggap aja itu kebetulan, Saya kembali membuka Kitab Suci dan menemukan penggalan-penggalan yang bagus ini tentang nabi-nabi palsu:

2 Petrus 2: 1

Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

Matius 24: 24

Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

Posted in: Uncategorized