Foto Jadul di Tahun 2040

Posted on April 17, 2011

0


Apa yang menarik dari foto di bawah ini?

Wajah-wajah para mentee saya itu? Atau mentornya? Atau lay out gedung Theater Room di Ma Chung itu?

Bukan.

Ketika memandang foto ini, saya langsung melakukan lompatan kuantum jauh ke masa depan, mungkin 30 atau bahkan 40 tahun lagi. Jika foto ini masih ada di tahun 2031 atau 2041, dia akan menjadi dokumentasi mahal dan langka yang mencerminkan gaya hidup manusia pada era dekade pertama abad millenium kedua.

Perhatikan botol-botol air mineral yang dipegang oleh Bio dan Pamela. Akankah manusia pada tahun 2041 masih meminum air botolan seperti itu? Pada jaman itu, kerusakan lingkungan yang makin dahsyat mungkin telah membuat manusia sadar betapa berbahayanya bahan plastik, karena begitu dibuang sulit sekali terurai, dan akibatnya makin mengotori lingkungan. Belum lagi jumlah air yang diperlukan untuk membuat botol-botol plastik itu sungguh memboroskan sumber daya segar tersebut. Nah, karena manusia masih ingin hidup dengan layak, maka besar kemungkinan tidak ada lagi air yang diwadahi dalam botol lalu diminum. Mungkin mereka harus meminum air segar langsung dari sumbernya, atau dari pipa-pipa umum yang disediakan untuk dipakai bersama secara bertanggung jawab. Atau mungkin air botolan sudah menjadi komoditas yang luar biasa mahalnya, sehingga hanya orang sangat kaya yang bisa menikmatinya, sementara orang-orang miskin mengemis di perempatan jalan meminta seteguk air. Ouch!

Perhatikan pakaian Bio (cewek yang duduk ditengah). Di jaman 2011, lumrah seorang wanita memakai outfit seperti itu. Namun, di jaman 2040 an, kemungkinan baju seperti itu tinggal menjadi koleksi museum. Orang di jaman itu tidak lagi berani membiarkan kulitnya terpapar begitu saja kepada sinar matahari, karena lapisan ozon di atas Bumi kita sudah praktis lenyap, dan akibatnya semua yang ada di Bumi terpapar kepada radiasi ultra violet yang menghanguskan. Bisa jadi orang-orang di jaman itu memakai pakaian serupa jilbab dan kerudung seperti yang dipakai oleh banyak umat dari agama tertentu supaya kulitnya tetap terlindung dari sengatan matahari.

Perhatikan tas-tas yang dibawa oleh ketiga mentee perempuan itu. Tas seperti itu lagi ngetren sekarang. Saya tidak pernah melihat isinya (karena bisa dianggap pelecehan) tapi saya bisa menduga pasti isinya gadget segala macam, aksesoris wanita, dan buku-buku kuliah. Tiga atau empat puluh tahun kemudian, barangkali tas-tas seperti itu akan digantikan oleh satu gadget yang luar biasa luwes, bisa dipakai untuk berkomunikasi, belajar, menghibur diri, bahkan sampai merias diri dan macam-macam kebutuhan penting lainnya.

Perhatikan gaya rambut ketiga wanita muda itu. Kebetulan ketiganya memiliki selera yang tidak sama, tapi justru itu uniknya kelompok mentoring saya ini. Seperti apa tren rambut wanita di jaman 2030 an? Rambut panjang feminin seperti punya Pamela barangkali sudah akan lenyap, digantikan oleh potongan rambut lebih ringkas seperti punya Bio (Pamela sendiri bilang kalau keramas mesti perlu waktu lama untuk rambutnya yang panjang), atau kalau mau sedikit lebih unik ya kayak punya Ivanna yang melingkar bak capit kepiting di bagian bawahnya. Atau mungkin karena pertimbangan praktis dan selera milenium ketiga yang sudah makin nyleneh, apakah semua wanita akan gundul seperti Sigourney Weaver dalam film Aliens, atau penyanyi Sinead O’Connor? Amit-amit.

Sekarang para prianya. Yang jelas, tinggi tubuh kami di foto itu sudah tidak lumrah di jaman 2030 an. Manusia-manusia pria di jaman itu rata-rata tingginya mungkin sudah 185 an centimeter. Pria mungil kayak saya sudah nggak akan keluar lagi, saya adalah limited edition of a diminutive human being, bwa ha haaaaa!

Apakah kelompok mentoring seperti ini masih akan ada di era 2030 an? Mungkin iya, mungkin tidak. Iya, kalau ternyata manusia makin merindukan pertemuan antar pribadi dan bukan sekedar omongan digital dari gadget-gadget mereka; tidak, kalau ternyata manusia makin merasa tidak perlu lagi bertatap muka, dan lebih nyaman berinteraksi lewat gadget digital yang makin canggih. Bahkan making love pun bisa dilakukan lewat cyberspace, karena lebih aman, biar mau sepuluh kali dalam sehari dengan siapapun juga nggak bakal hamil! Biyuuh. . . . mengerikan!

Tapi itulah sekilas lesatan saya ke jaman depan. Kalau event Malang Kembali yang digelar setiap bulan Mei di jalan Ijen itu masih ada pada tahun 2040, foto ini mungkin akan hadir di salah satu galerinya, dengan judul: Mentor dan Menteenya Tempoe Doeloe – tahun 2011.

Posted in: Uncategorized