Hidup dengan Roh

Posted on March 26, 2011

2


Pernah melihat film legendaris Dr. Jekyll and Mr. Hyde? Kisah itu menceritakan seorang pria yang pada pagi sampai petang hari menjadi Dr. Jekyll, seorang pria baik-baik, namun ketika malam tiba dia berubah menjadi sosok mengerikan bernama Mr. Hyde.

Saya kira, kita mengalami nasib yang lebih mengerikan daripada pria berkepribadian ganda itu. Mengapa? Karena Jekyll dan Hyde ada bersamaan dalam diri kita! Keduanya hadir dalam bisikan-bisikan sangat halus, dorongan-dorongan kuat, bahkan gerakan atau tindakan spontan yang dipicu oleh bawah sadar. Manakalah “Jekyll” sedang dominan, kita merasakan dorongan untuk berbuat baik, bersabar, toleran, dan penuh kasih; manakala “Hyde” sedang berkuasa, kita marah, geram, iri, dendam, acuh tak acuh, malas, bahkan ingin mati. Banyak kali keduanya bertempur begitu sengitnya sehingga yang kita rasakan adalah dorongan baik namun sekejap berubah menjadi nafsu jahat, kemudian berubah lagi menjadi keinginan baik, berganti lagi jadi jahat, dan seterusnya, hanya dalam hitungan detik.

Saya buka suatu bacaan dari sebuah buku yang terletak di meja saya, dan saya bolak-balik lembar demi lembarnya, setengahnya mengikuti intuisi pada halaman mana saya harus berhenti dan membacanya. Lalu saya temukan bagian di bawah ini:

“Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh, dan sebaliknya. Perbuatan daging telah nyata: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, pencideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora, dan sejenisnya. Barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Tetapi, buah Roh ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Jika kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh. Janganlah kita saling menantang dan mendengki. “

Bekal yang bagus untuk tidur saya di malam ini.

(Buku yang saya baca itu adalah Kitab Suci, dan penggalan yang saya kutip adalah dari Galatia 5: 16 – 26).

Posted in: Uncategorized