In Devil We Trust (Dalam Iblis Kami Percaya)

Posted on March 15, 2011

0


Anda ndak percaya Tuhan? Ateis? Ya nggak masalah. Emang dipikir saya perduli! Ya biarin toh Anda nggak percaya. Apakah Tuhan keberatan kalau Anda tidak percaya Dia? Ya embuh! Nggak tahu. Percaya nggak percaya Tuhan, itu mah urusan elo pribadi dengan Dia.

Nah, tapi Anda percaya Iblis nggak?

Nggak? Ah, ayolaah, pikir lagi. Renungkan lagi . . .

Pernah merasa cemburu? Cemburu buta sampai puanasss hati Anda rasanya lebih dahsyat daripada sejuta matahari? Begitu cemburu sampai Anda merasa ingin mati atau membunuh seseorang yang Anda cemburui? Pernah? ya, kalau pernah, ya itu, itu kerjaan Iblis itu.

Pernah merasa iri hati akan keberhasilan seorang rekan atau teman? Merasa sirik, merasa sakit hati, karena Anda merasa dia tidak berhak mendapat segala hadiah dan puji-pujian itu, lalu Anda berupaya mencari kejelekannya, dan sementara Anda mencari-cari, hati Anda dibakar rasa benci luar biasa? Pernah kan? Lha itu, itu pasti kerjaan Iblis juga!

Pernah merasa marah kemudian memaki-maki dengan kata-kata paling kasar di status Facebook? Kemudian merasa bangga dan senang begitu banyak friends yang komen ke status kasar itu? Semakin Anda bangga, semakin ingin mengulang maki-makian itu di lain waktu ketika Anda marah lagi. Pernah kan? Lha. . . . itu pasti tak diragukan lagi adalah hasil karya Iblis!

Pernah merasa dekat dengan seseorang yang seharusnya Anda lindungi dan bimbing, kemudian tiba-tiba Anda mengingininya secara fisik, dan tak lama kemudian kalian berdua sudah memadu kasih di sebuah hotel atau bahkan pantai? Nah, itu, itu adalah kerjaan Iblis juga.

Pernah merasa jatuh hati ke seseorang yang jelas-jelas sudah punya istri atau suami, kemudian membayangkan pria/wanita itu sampai bertahun-tahun lamanya? Anda menjadi murung karena perasaan ‘cinta’ itu, logika Anda mati, lalu terus muraaaam berbulan-bulan karena ‘cinta’ tak kesampaian itu? Pernah kan? Lha, kalau pernah, ya pastilah itu kerjaan Iblis juga. Horeee!

Pernah merasa hidup ini hampa, tak berguna, sia-sia belaka, tak ada cinta sejati, semuanya adalah tai. Pernah? Pernah kan? Lha, itu, itu pasti Iblis juga.

Pernah merasa yakin-seyakinnya bahwa Iblis dan setan itu tidak ada? Pernah kan? Ya, itu adalah karya Iblis yang maha dahsyat: meyakinkan manusia bahwa Iblis tidak ada, sehingga ya sudah . . . Anda bebas berbuat semaunya, dan mengatakan : “Ah, ini bukan Iblis, ini memang saya sedang lemah.”

Iblis memanjakan keinginan daging dan ego. Iblis membuat hati sakit. Iblis memisahkan kita dari yang namanya perasaan belas kasihan, empati, semangat hidup, keceriaan, antusiasme, solidaritas, forgiveness, dan cinta tanpa pamrih.

Masih belum percaya Tuhan? Ya nggak papa. ETP (Emang Tuhan PIkirin), tapi yakinlah, Anda, kita, saya, kita semua pernah atau bahkan sedang menjadi pengikut setia Iblis. In Devil We Trust!

Posted in: Uncategorized