Shrapnel Thailand 12 Maret 2011

Posted on March 12, 2011

0


Thailand 2011. Pasporku nyaris lenyap di WC pria. Bangkok yang gerah, menyimpan potensi kerusuhan kaos merah. Orang-orang Thai berwajah eksotis, campuran Chinese dengan entah rasa dari mana. Lempeng Asia menerjang lempeng Pasifik. Akibatnya Jepang dihajar gempa 8.9. Tsunami 10 meter menerjang daratan. Pikir sang ombak, “maaf, bukan mauku seperti ini. Aku hanya mencari keseimbangan, habis didorong-dorong dari cekungan”. Reaktor nuklir bocor. Radiasi merayap. Tak berbau, tak berwarna, maut kadang-kadang datang tanpa rupa.

Thailand 2011. Bulan madu ketiga. Seminar yang mengisi, diselingi celoteh istri habis belanja ke pasar Thai. Sementara istri sibuk mematut diri, aku sibuk mikiri presentasi.

Thailand 2011. Gudang Garam habis, terpaksalah beli Marlboro. “Iki rokok apa yaa? Rasanya seperti suket!”. Kutatap ponselku. “Emergency calls only”. Oh, jaringannya sekarat. Tak bisa kirim sms, tak bisa menerima sms. Keparat. Ah, sudahlah tidak usah berkeluh kesah. I’m just enjoying myself. Thanks God for everything. . . . .

Posted in: Uncategorized