Antara Dua Hati

Posted on February 24, 2011

0


Mengapa dua orang yang sedang diamuk marah harus berbicara dengan suara keras, membentak-bentak satu sama lain, padahal jarak mereka secara fisik kan dekat?

Seorang bijaksana menjelaskannya:

“Dua orang yang sedang marahan boleh dekat secara fisik, namun hati mereka sedang sangat jauh dari satu sama lain. Semakin hebat marahnya, semakin jauh pula kedua hati itu terpisah. Nah, untuk melintasi jarak yang jauh tersebut, keduanya mulai berkata dengan suara keras, seolah-olah lawannya sedang berada di seberang jalan.”

“Bandingkan dengan dua orang yang sedang jatuh cinta. Mereka tidak perlu berteriak-teriak ketika berbicara satu sama lain. Kenapa? Ya karena hati mereka sangat dekat satu dengan yang lainnya. Kecil sekali jarak yang memisahkan kedua hatinya, jadi cukuplah kalau mereka berbicara dengan lembut.”

“Bagaimana kalau mereka semakin dalam menyayangi satu sama lain? Nah, pada saat ini mereka bahkan tidak perlu berbicara, cukup berbisik saja. Bahkan, ketika jarak kedua hatinya semakin dekat, mereka hanya perlu saling memandang, tak usah ada kata-kata, dan keduanya sudah saling memahami isi hatinya. Demikianlah, dua orang yang benar-benar mencintai satu sama lain bahkan tidak perlu bicara, apalagi bicara keras sampai membentak-bentak.”

“Jadi,” demikian sang bijaksana ini menyimpulkan. “Kalau Anda sedang bertengkar, jangan ucapkan kata-kata yang membuat kedua hatimu saling menjauh. Sekalipun kalian berbeda pendapat atau pandangan, cari kesamaan atau hal-hal yang mampu memperkecil jarak antara kedua hatimu; rasakan sudut pandang orang lain, dan cobalah memahaminya.”

Posted in: Uncategorized