Menyanyi dan Berdoa

Posted on February 12, 2011

0


Nyanyi itu adalah sebentuk doa. Kalau Anda sudah tidak lagi percaya Tuhan, ya ndak apa-apa. Tapi awas, nyanyian Anda itu didengarkan oleh alam semesta, yang sebenarnya juga bagian dari diri Anda. Maka ketika alam semesta mendengar Anda menyanyi, dia tidak punya pilihan lain kecuali mengabulkannya.

Saya masih ingat penyanyi YS. Suatu ketika di tahun 90 an dia menyanyi: “Hilang permataku”. Kata “hilang permataku” itu dilantunkan berulang kali, ya iyalah, namanya juga menyonyo, eh, menyanyi. Eh, beberapa tahun kemudian dia putus dengan kekasihnya, kemudian menikah dengan orang lain, cerai, nikah lagi, cerai lagi. Benar-benar hilang permatanya.

Almarhum John Denver terkenal dengan liriknya yang manis, mengasihi alam dan sesama manusia. Tidak heran hidupnya juga damai, kelihatan dari pancaran wajahnya yang tenang, lembut dan pasrah.

Sekarang saya tahu mengapa orang-oang yang rajin ke tempat ibadah dan menyanyikan lagu-lagu pujian penuh syukur kebanyakan orang-orang yang berbahagia. Ya, karena nyanyian mereka dikabulkan oleh alam semesta. Bayangkan aja liriknya: “Kasihanilah kami ya Tuhan”, “Dimuliakanlah namaMu, “terima kasih seribu ya Tuhan”, dan sebagainya.

Maka saya tidak sembarangan memilih lirik lagu favorit. Yang sedang saya sukai sekarang adalah dari Red Hot Chilli Peppers, judulnya “Around the World”. Refrainnya bilang begini: “I know, I know for sure; life is beautiful around the world.” Perkara Bumi sedang kiamat, Presiden Mesir dipaksa turun setelah darah tumpah, dan iklim makin kacau, ya sudah, anggap saja bagian dari The Beauty.

Satu lagi yang saya suka dari Tears for Fears: “I want to be with you alone. And talk about the weather”. Begitu simpel, begitu langsung, impian sederhana seorang manusia yang hanya kepingin duduk santai bareng dengan orang yang disukainya, dan ngomong ngalor-ngidul sekedar menikmati hidup di ujung hari . . . .

Posted in: Uncategorized