Anjing

Posted on January 23, 2011

0


Patrisius:
Fio, saya punya anjing agak dodol. Badannya jauh lebih besar dari anjing sebelah, tapi setiap pagi anjing saya ini ngacir pontang-panting dikejar anjing mungil itu. Herannya, begitu sampai di dekat kaki tuannya, dia jadi pura-pura berani dan berlagak mau membalas. Begitu tuannya pergi, dia pontang-panting lagi dikejar anjing kecil itu. Ha ha ha! Gimana ya cara membuatnya jadi pintar?🙂

Fiona:
Hahahahaaa how cute…. menurut pengalaman saya memelihara berbagai jenis anjing, anjing itu memiliki karakter dasar sendiri sesuai ras-nya. Jadi tidak selalu berarti bahwa anjing berbadan besar itu pasti lebih pemberani (agresif) daripada …anjing yg lebih kecil. Malah kebanyakan anjing kecil itu lebih agresif, seperti misalnya: dachshund, mini pincher, finnish spitz, pomeranian, bull terrier, and the list goes on. Anjing2 besar yang ramah pun tak kalah banyaknya: labrador, dalmatian, golden retriever, siberian husky,st.bernard, dst dst… (tapi ada juga jenis anjing besar yg sangat berbahaya & seharusnya tidak didomestikasi spt misalnya: doberman, chow2 & rottweiler). Nah, perkiraan saya, anjingnya bapak bisa jadi keturunan salah satu anjing besar yg ramah, sedangkan anjing tetangga adl keturunan salah satu anjing kecil yg agresif.

Patrisius:
Ha ha ha, very clear explanation from a dog expert:) Thanks. Ya, bisa jadi begitu ya. Tapi anjingku mah anjing kampung/geladak, jadi kayaknya yang diambil dari nenek moyangnya adalah sifat pengecutnya doang:)

Fiona:
Oh there’s no such thing as anjing kampung pak, anjing apapun pasti ada darah ras yang mengalir dalam tubuhnya… seperti juga saya punya anjing kampung di Jkt yang pinteeeer banget, penampakannya seperti anjing kampung tapi sifatnya lebih seperti anjing pelacak entah jenis apa… Oh, I love anjing kampung very much!

Patrisius:
Really? Wah, pengetahuan baru nih buat saya. Ntar saya copy paste deh ke akun FB nya anjing saya, biar dia bangga:). Dulu sebelum yang ini, saya punya anjing yang sudah tuaa sekali dan sakit2an. Suatu ketika kayaknya dia sekarat, terus pergi begitu saja dari rumah and vanished into thin air. Apa dia merasa ajalnya sudah menjemput ya?

Fiona:
Wah masa pak? Sebenernya anjing itu tidak seperti kucing yg kalo berasa mau mati akan meninggalkan rumah. Setahu saya, anjing akan selalu berusaha mati di hadapan pemiliknya, bahkan kalo pemiliknya pergi, ia akan berusaha menunggu sampai pulang, barulah saying goodbye.

(dicuplik dari obrolan di Facebook dengan Fiona Hartanto)

Posted in: Uncategorized