Renungan di Penghujung 2010

Posted on December 30, 2010

0


Ketika awal liburan, saya sudah bertekad untuk menjauhi segala hal yang berbau pekerjaan kantor. Maka itu berarti saya juga harus menjauhi netbook, modem dan Internet. Saya mau liburan saya diisi oleh daging dan darah beneran, dan bukan denyutan biner 1 dan 0 yang kemudian membentuk citra dunia maya. Oh, mau jadi vampir? Ha ha ha, ya enggak lah; maksud saya, saya ingin mengisi liburan dengan berinteraksi dengan dunia nyata yang penuh dengan manusia beneran, bukan citra digital di Internet.

Tapi impian itu hanya tercapai pada satu dua hari pertama. Setelah perayaan Natal yang meriah di keluarga orang tua saya, ternyata malam harinya saya tak kuasa menahan godaan Internet, dan jadilah saya duduk kembali di study room saya yang nyaman, mengakses Internet, Facebook, blogging, Scribd, Google Readers, online course. . . .

Maksud hati mau berenang di Atlas, apa daya udaranya dingin, jadi saya buka netbook mungil itu di kafenya dan mulai mengakses Internet lagi. Maksud hati mau menulis renungan, jadinya malah main CityVille dengan Pamela, ngocol-ngocol dengan Randy, menghibur Olivia Putriani, dan menggoda Favian dan Imawan, semuanya lewat Internet.

Apa yang tidak bisa didapat dari Internet, Google dan Facebook sialan ini? Hampir semuanya: informasi, hiburan, curhat, gosip, sains dan teknologi. . . . Oh, ada satu yang tidak bisa didapat disini: Kesunyian. Total silence. Tuhan bersemayam disitu. Nah, untuk itu saya harus meditasi pagi dulu.

Selamat pagi semua! Semoga hari Anda menyenangkan di penghujung 2010 ini . . .

Posted in: Uncategorized