Sedikit Bekal untuk Tahun Baru . . . and Beyond . . .

Posted on December 27, 2010

0


(diambil dari Note saya di FB)

Dear para mentee,

Tahun Baru segera datang. Tak terasa sudah hampir tiga tahun kita saling mengenal dalam kelompok mentoring ini. Saya ingin menyampaikan beberapa pesan yang saya harap bisa kalian jadikan sebagai salah satu panduan dalam menjalani kehidupan dengan segala suka dukanya.

    Pedoman Hidup

Yang pertama dan saya anggap paling penting adalah mempunyai pedoman dalam hidup. Pedoman itu artinya sesuatu prinsip atau nilai atau ajaran yang kalian pegang manakala kalian goyah, sedih, cemas, merasa hampa, atau marah. Umumnya orang berpedoman pada ajaran agamanya. Karena saya Katolik, maka pegangan hidup saya adalah Yesus. Manakala saya merasakan emosi yang saya tulis di atas itu, saya berusaha menghadirkan Yesus dalam hati dan pikiran saya, bahkan dengan cara bermeditasi. Nah, tentunya kalian bebas menentukan pedoman hidup masing-masing. Yang jelas, jangan sampai kalian mengarungi kehidupan yang makin lama makin sulit ini tanpa berpegangan pada apapun. Pedoman yang Anda jadikan pegangan itu menghibur kalian di kala sedih, menguatkan kalian di kala ragu, meluruskan jalan kalian ketika sedikit nyasar, dan pada intinya membuat Anda teguh dan bersemangat dalam menjalani hidup ini.

    Malas dan Hampa

Kata ini muncul beberapa kali dalam sesi mentoring kita. Dua-duanya berpotensi besar menggiring Anda pada nikmatnya narkoba, dugem, dan segala kenikmatan semu yang akhirnya menyengsarakan. Kunci utama untuk mengatasinya adalah mempunyai motivasi untuk meraih sesuatu di masa depan, dan menjadikannya “cambuk” untuk memaksa diri Anda sendiri mengalahkan rasa malas itu. Malas sekali-sekali ya wajarlah, tapi jangan dijadikan kebiasaan. Manakala kalian sudah menjadikannya kebiasaan, kalian akan kehilangan banyak sekali kesempatan yang hanya bisa diperoleh orang yang tidak mengenal “malas” dalam hidupnya: kesempatan mendapatkan beasiswa, mendapatkan pekerjaan yang baik, mendapatkan lingkungan yang sehat dan sebagainya.

    Hampa.

Ini penyakit manusia jaman modern: serba berkecukupan tapi kosong di dalam. Hanya olah batin dan tujuan hidup yang jelas akan membuat Anda merasa bahwa hidup ini bermakna, bertujuan, dan senantiasa menggairahkan. Itu sebabnya kenapa saya memandang bahwa Anda harus punya cita-cita, visi, impian dan rencana-rencana besar lainnya. Impian itu tidak harus berbentuk kesejahteraan materi, namun juga bisa berupa apa yang kalian bisa sumbangkan kepada orang lain: menjadi istri dan ibu rumah tangga yang baik, menjadi penulis, menjadi pendidik, menjadi orang yang menyediakan lapangan kerja bagi yang lain, dan sebagainya. Ketika Anda mulai merasa terpacu dan bersemangat untuk meraih cita-cita itu, rasa malas dan hampa itu akan makin memudar dengan sendirinya.

    Curhat

Kata ini seolah guyonan, tapi saya sudah merasakan sendiri—baik sebagai yang curhat maupun dicurhati—dampak positifnya: Anda merasa ada orang yang bisa berbagi beban, ada pendengar yang memperhatikan, bahkan kadang-kadang jalan keluar dari masalah Anda. Manakala rasa malas, rasa hampa, dan kehilangan pegangan itu melanda, tidak ada salahnya Anda menemukan tempat curhat untuk sekedar berbagi rasa dan memulihkan Anda dari luka-luka perjalanan hidup. Sebagai mentor, saya membuka diri untuk dijadikan tempat curhat via cara apapun juga (sms, YM, FB included). Tapi itu tidak harus selalu saya: Anda bebas untuk memilih siapapun yang Anda suka dan anggap sesuai sebagai orang yang diajak curhat. Bahkan di sesi mentoring kita pun, Anda bebas curhat. Satu pesan saya: jangan memendam semua masalah sendirian. Anda tidak akan kuat!

Itu saja dulu. Semoga bermanfaat untuk kalian semua. Selamat Tahun Baru 2011. Bertekadlah untuk menjadi lebih baik di tahun yang baru. Sampai jumpa lagi di sesi-sesi mentoring tahun depan. Tuhan memberkati kita semua!



Posted in: Uncategorized