Bayi Yesus dan Apakah Kita Akan Memeliharanya atau Membuangnya?

Posted on December 25, 2010

22


Setiap tanggal 25 Desember saya kembali ke rumah orang tua untuk merayakan Natal bersama. Acaranya panjang. Keluarga saya termasuk Katolik taat. Dimulai dengan nyanyi, doa, terus sharing tentang pengalaman rohani, sampai quiz Kitab Suci. Salah satu yang mengusik saya pada acara sharing adalah pertanyaan saya sendiri: “Tadi dikatakan bahwa hanya orang yang mengenal Yesus akan diselamatkan. Orang yang tidak pernah dan tidak mau mengenal Yesus akan ditolak. Lha kalau ada seorang yang tidak pernah mengenal Yesus apakah dia akan diselamatkan? Bukankah Yesus lahir untuk SEMUA manusia. Bagaimana pula dengan orang yang mengenal Yesus tapi kemudian malas ke gereja karena merasa tidak mendapat apa-apa dari ritual dan khotbahnya yang cenderung monoton itu?”

Ayah saya menjawab: “Sejak dulu sebelum Yesus dilahirkan, kan sudah ada manusia-manusia sebelumnya? Apakah mereka kemudian tidak selamat karena memang tidak pernah mengenal Yesus yang lahir beberapa abad kemudian? Tentunya tidak! Mereka juga akan diselamatkan. Dan sebenarnya, yang terlebih penting tidak terletak pada Yesus atau bukan Yesus, tetapi apakah orang itu mempunyai hati nurani dan mau senantiasa mengikuti kebenaran hati nurani itu.”

Rumit? Semoga tidak.

Saya ingat ungkapan yang pasti akan membuat gusar semua orang religius: “Spirituality Yes, Religion No!”. Apa bisa orang percaya pada Tuhan tapi tidak (mau) beragama? Yesus tidak menciptakan agama Kristen, bukan? Jadi sah-sah saja kan kalau seseorang memuji dan berdoa kepada Yesus tetapi tidak memeluk agama Nasrani?.

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang sudah dibaptis di dalam nama Yesus tetapi kemudian meragukan keberadan Nya dan bahkan menolak mengakui curahan kasih Nya? Bagaimana dengan orang-orang yang merasa bahwa apa yang terjadi pada dirinya adalah semata-mata hasil usahanya sendiri dan faktor keberuntungan? Makin banyak nih orang kayak gini, terutama kalau mereka sudah mapan, pintar, bergelar tinggi, disukai orang, dan masih relatif muda (alias belum sekarat; soalnya biasanya orang kalau udah tua dan mau meninggal kan terus sibuk berdoa dan memohon-mohon supaya matinya enak dan diterima di surga).

Imawan, Patris, Edo, Didi. Seated: Ivy, Bio, Pamela

Saya hanya bertanya-tanya dalam hati karena acara makan enak sudah dimulai (Ibu saya pintar memasak!). Terus dalam hati saya temukan sendiri jawaban dari pertanyaan saya itu:

“Orang yang sudah dibaptis dalam nama Yesus tidak akan bisa lepas dari Nya. Bukankah Yesus itu Gembala? Kalau Dia tahu bahwa ada satu saja seekor dombanya yang hilang, tersesat, atau bahkan sengaja ngacir dari kawanannya, Dia akan mencarinya kemana-mana dan berusaha mendapatkan sang domba nakal yang hilang itu. Jadi, orang yang sesat itu pasti akan ditemukannya kembali, karena dia sudah di “stempel” Yesus ketika lahir.”

Begitu? Moga-moga.

Saya menjadi sedikit tenang. Sedikit banyak ini menjawab kekhawatiran saya yang saya tulis di paragraf kedua di posting sebelumnya berjudul “Bencana Tanggal 26, Sinterklas dan Selamat Ulang Tahun”.

Selamat Natal dan Tahun Baru 2011!

Posted in: Uncategorized