Timnas Indonesia di Piala AFF dan Saya Kesaall!

Posted on December 18, 2010

3


“Kesebelasan Indonesia akhirnya memenangkan perjuangan berat menuju ke final Piala Dunia 2030 setelah gol tunggal dari penyerang tim Indonesia, Cristiano Ronaldo—mantan striker Manchester United yang sore kemarin berusia 57 tahun—melesakkan gol tunggal ke gawang kesebelasan Jerman. Akhirnya, timnas Indonesia, setelah puluhan tahun menanti, menjadi finalis Piala Dunia berkat gol seorang pemain gaek asal Portugal”.

Ini benar-benar tidak lucu. Saya kesal dan tidak habis mengerti bagaimana beberapa orang masih bisa merayakan kemenangan timnas Indonesia atas lawan-lawannya di Piala AFF dua minggu kemarin. Kenapa kesal? Ya bayangkan: timnas Indonesia menang karena pencetak golnya adalah Irfan Bahdim yang asal Belanda dan Gonzales yang asal Ecuador. Glodaakk!! Iki piye sih?? Alasannya: ya memang begitu, kan sekarang naturalisasi pemain diperbolehkan. “Diperbolehkan dengkulmu!” batin saya dalam hati. Lha kalau caranya begini, terus dimana letak ke Indonesiaannya itu? Coba kalau skenario rekaan yang saya tulis di atas itu benar, apa ya masih bisa kita bersorak-sorai: “horeeee, hidup Indonesiaku, akhirnya menjadi finalis Piala Dunia!!”

Kalau saya, saya tetap tidak bisa. Buat saya, kesebelasan Indonesia itu ya harus berisi pemain-pemain warga negara Indonesia yang lahir, besar, dan makan serta buang hajat di tanah Nusantara ini. Sekali ada unsur pemain asing disitu, apalagi kalau dia menjadi penentu kemenangan, buat saya ini sudah sinting. Saya jadi males mau ikut bersorak-sorak.

Jangan salah, saya sangat mendukung semua olahragawan Indonesia yang berlaga demi kehormatan bangsa. Saya senang waktu melihat Chris John menang. Saya bersorak-sorak melihat Roy Haryanto menjadi juara GP Formula 3 di Imola. Nah, itu baru Indonesia!

“Akhirnya kesebelasan Indonesia menjadi juara di Piala Dunia 2018 setelah gol tunggal Susilo Utomo menjebol gawang kesebelasan Spanyol pada menit ke 77. Gol itu berawal dari manuver menakjubkan Hari Kristopo yang meliuk-liuk melewati lima pemain belakang Spanyol, mengoper bola ke Daniel Sugama, yang lalu melesatkan umpan terobosan ke Susilo Utomo, dan yang terakhir ini melancarkan tendangan pisang yang tak terjangkau lagi oleh kiper lawan. “Kami sungguh sangat puas bisa menjadi juara dunia!” demikian komentar Budhy Widjaja sang pelatih timnas Indonesia.”

Nah, itu baru hmmm, . . . terasa benar Indonesianya! Ayo Indonesia, Madjoeee Teroes Pantang Moendoer!!

Posted in: Uncategorized