Mencari Cinta lewat Non-Cinta

Posted on December 10, 2010

0


Fiona Hartanto menanggapi posting terbaru saya sebelum ini dengan sangat bagus. Benar-benar tidak terduga dan buat saya pribadi ini persis apa yang saya sukai: simple but it hits! Ini yang dia katakan:
=================================================

Weits ini topik menarik sekaliiii….🙂 )

Setuju bahwa jatuh cinta membuat wajah berseri-seri & energi fisik meningkat oleh karena hormon endorphin, tapi pakar di Amrik lewat riset menyatakan bahwa fenomena jatuh cinta paling banter bertahan 6 bulan, setelah itu ya flat lagi…

Tapi jatuh cinta bukanlah cinta, ya kan? Kalo jatuh cinta bisa dirasakan, tapi kalo cinta sejati apa rasanya ya? Jujur, saya nggak tau rasanya atau definisinya…. Nah, karena Pak Patris juga membicarakan meditasi, yang berarti bahwa topik ini diarahkan ke ranah spiritualitas, saya ingin urun masukan… Tokoh spiritual favorit saya memberi semacam ‘clue’ untuk memahami arti cinta, yaitu melakukan pendekatan terhadapnya melalui apa yg bukan cinta…. Nah lho…!!

Dalam bahasa Inggris, tokoh spiritual tersebut kira-kira bilang begini, “We may understand love through what is not love” …. Jadi apakah yang bukan cinta? Apa saja yang selama ini kita kira cinta padahal bukan?

Nafsu seksual bukan cinta
Ketergantungan emosional bukan cinta
Ketergantungan psikologis bukan cinta
Kecemburuan bukan cinta
Ketergantungan finansial bukan cinta
Kebutuhan akan status sosial bukan cinta
Pengekangan bukan cinta
dst
dst
dst

Akhirnya beliau memberi semacam kesimpulan bahwa dengan menegasi segala sesuatu yang bukan cinta, mungkin yang tersisa adalah cinta …

Atau kalau mau baca sendiri artikelnya, kesini saja:
http://www.katinkahesselink.net/kr/love.html

=====================

Many thanks Fiona! I hope that inspires my young mentees and students to learn more about love.

Posted in: Uncategorized