A Morning at the Swimming Pool

Posted on December 5, 2010

0


A Morning at the Swimming Pool. Sedikit plesetan dari film “A Night at the Museum” yang mbanyol itu. Tapi yang ini adalah sekedar catatan ringan tentang apa yang saya lakukan di hari Minggu pagi ini.

Saya mengajak mentee-mentee saya berenang di kolam renang Universitas Ma Chung. Dari 7 mentee, yang mengatakan bisa 3 orang, yang muncul hanya 2, Didi dan Bio. Sebenarnya saya kepingin semua bisa ikut, tapi kalau menunggu sampai semua bisa, saya nggak akan pernah bisa melaksanakan outing santai seperti ini. Bayangkan, 7 mentee aja sudah agak susah ngatur jadwal, apalagi kalau menteenya sampai 20 atau bahkan 40 an seperti kepunyaan rekan-rekan saya yang lain.

Kolam renang yang bersih dan lumayan lebar itu relatif sepi. Hanya ada Pak Teddy Martono, sang manajer kampus, yang sedang berenang bersama 2 orang lain dan beberapa anak kecil. Didi muncul kemudian, disusul Bio dan boyfriendnya. A-ha, just like what I always want! Outing santai dengan hanya beberapa orang yang saya kenal dekat.

Terus terang, sebenarnya sejak dari rumah saya agak kepikiran tentang sesuatu. Apa ya pantes ya mengajak mereka berenang? Kan mentee saya nggak hanya mahasiswa, tapi juga mahasiswi. Tapi yah, begitulah tipe orang terlalu serius dan analitis kayak saya: semuanya serba dipandang terlalu serius dan dikhawatirkan. Ternyata, begitu dijalani, tinggal copot sana sini lalu nyemplung byur dan guyon-guyon ternyata ya semuanya baik-baik saja.

Bio banyak cerita tentang teman-teman sekelasnya yang boleh dikata sedang menjalani hidup yang tidak terlalu cerah. Saya prihatin mendengarnya. Tapi ya asal dia nggak ikut-ikutan seperti itu saya sudah lega. Terbayang kembali komentar Pak Windra di posting kemarin: “cocok untuk mentee yang mau terjerat narkoba”. Astaga, amit-amit, not my mentees lah!

Saya agak kasihan dengan Didi. Saya baru tahu dia pernah hampir tenggelam ketika kecil dan sejak itu trauma dengan air. Jadi sementara saya dan Bio berenang kesana kemari, Didi diam di pinggir kolam. Tahu gitu saya nggak akan ngotot mengajak berenang. Saya mendekatinya dan mengajak dia ngobrol tentang banyak hal. Kamu punya adik atau kakak? Papa Mama kerja apa? Kamu suka joging? Kamu suka ke kafe? Kalau ke Selecta gimana? Mentor yang baik tidak akan pernah membiarkan seorang menteenya masuk angin karena dia lagi asyik berenang kesana kemari bersama mentee lainnya. . . .

Terus saya mencoba mengingat-ingat, kapan ya saya pernah mengalami acara santai sama dosen saya? Ternyata itu sudah lama sekali di tahun 1988 dulu. Ternyata juga setelah menjadi dosen, saya nyaris tidak pernah melakukan acara fun dan relax seperti ini. Interaksi saya dengan para mahasiswa sangat transaksional, sebatas kegiatan belajar di kelas selama 100 menit, dan setelah itu bubar: mereka jalan-jalan, nonton Harpot, Facebookan, dan saya kembali menikmati kesibukan di kantor dan kehangatan keluarga di rumah. . . . Acara outing santai seperti ini rasanya perlu,apalagi kalau konteksnya mentoring. Melalui acara seperti itu, mentor dan menteenya bisa mengenal sisi-sisi non-akademis lain yang rasanya tidak akan banyak tergali di kegiatan kampus.

Jadi rasanya yang seperti ini perlu dipersering. Agenda berikutnya kemana ya? Terbayang beberapa tempat: kafe, Selecta, Kebun Teh di Lawang, joging track di Puncak Tidar . . . pasti akan menyenangkan menikmati suasana santai dengan 7 orang kurcaci, eh, mentee-mentee itu.

And I’d better hurry. Kalau enggak, rutinitas akan menelan dan saya bisa punya sejuta alasan untuk tidak ngapa-ngapain dengan para mentee: yang sibuk akreditasi lah, yang sibuk nulis paper lah, yang sibuk ngurus language center lah, yang sibuk blogging lah. Tahu-tahu waktu melesat, tibalah 2012, dan saya hanya akan bisa menyalami mereka satu persatu mengucapkan selamat diwisuda dan selamat jalan!

Habis renang rasanya lapar gila. Nah, paling enak makan di luar nih. Saya ajak lah si Didi makan siang sama-sama di Warung Subuh di Langsep. Sayang dia menolak dengan halus. Ada acara keluarga, katanya.

Bio menulis perasaannya tentang acara pagi itu di Facebook grup mentoring kami: “Asik, Pak! Boleh lagi?”

Oh, boleh sekali! Sampai jumpa di acara santai berikutnya.

Posted in: Uncategorized