Irama Hidup

Posted on December 3, 2010

2


Di malam penuh insomnia ini saya melihat satu video klip bagus dari Youtube berjudul “Universal Laws”, dan salah satu hukum yang mengena adalah apa yang dinamakan “The Law of Rhythm”:

Everything flows in and out; everything has its tides; all things rise and fall; the measure of the swing to the right is the measure of the swing to the left; rhtyhm compensates.

Ini mengingatkan saya bahwa apapun yang ada di alam senantiasa bergerak naik turun, ke kiri dan ke kanan, pasang dan surut, jatuh dan bangun. Maka, sama seperti halnya gelombang laut atau matahari, perasaan dan interaksi antar manusia pun diwarnai dengan pola teratur seperti ini. Pelajaran sangat bagus yang bisa ditarik darinya adalah bahwa kalau kita menyadari dinamika ini, kita tidak akan heran mengapa dua sahabat atau sepasang manusia yang dekat pun kadang-kadang bisa saling menjauh. Kadang-kadang akan ada momen-momen datar, bahkan sampai pada tahap saling tidak memahami, jalan sendiri-sendiri dengan pikiran dan perasaannya sendiri, bahkan sampai sebal terhadap satu sama lain. Namun itu hanya sesaat. Sama seperti air laut surut, pada saat tertentu hubungan itu akan kembali membaik. Entah darimana datangnya, mendadak mood nya menjadi setara, pikiran dan pembicaraan kembali nyambung, dan interaksi menjadi renyah dan hangat kembali. Begitu seterusnya.

Bagi yang sudah menikah, hal seperti ini tentunya bukan lagi sesuatu yang mengherankan . . . Pasangan yang sudah sangat terlatih (secara instinktif), tahu kapan saat mereka sedang ‘surut’, dan secara mengagumkan mengambil sikap menjaga keseimbangan sehingga tidak sampai jatuh atau sengsara, untuk kemudian menikmati kembali masa-masa cerah, being in a good mood for warm and lovely talks . . . (wah maaf bahasanya campur gak karuan. Soalnya ada beberapa ungkapan yang ternyata jauh lebih mengena dalam bahasa Inggris)

Tapi interaksi tidak hanya terbatas pada hubungan pernikahan. Ada hubungan guru dan murid, mentor mentee, pria wanita, atasan bawahan, rekan sekerja, dua sahabat, dan sebagainya. Nampaknya saya jadi makin menyadari hal ini. Guru atau mentor yang sensi, murid atau mentee yang mendadak kehilangan semangat dan menjadi menyebalkan, rekan kerja yang mendadak ketus atau diam seribu bahasa, atasan yang uring-uringan, dan sebagainya. Namun perhatikan, tunggu beberapa lama dengan sabar, dan mendadak saya bisa menikmati kembali semangat para murid, senyum ramah seorang atasan, sapaan hangat rekan kerja, bahkan ungkapan penuh perhatian dari seseorang yang dekat.

Semua terjadi pada saatnya. Masa surut bergantian dengan masa pasang. Hidup punya ritme yang teratur. Hukum yang sederhana. Betapa bijaksana dan bahagia yang bisa memahami dan menjalaninya.

Posted in: Uncategorized