Diri Sendiri, Nilai, dan Rencana Karir

Posted on November 17, 2010

0


Catatan: saya tidak punya maksud apapun ketika menulis posting ini, selain untuk membuka wawasan mentee-mentee saya dalam mengenali dirinya sendiri dan merencanakan karir masa depan mereka.

Siapa saya ini? Bagaimana tipe kepribadian saya? Di bidang apa saya paling unggul dan paling berminat?
Saya lahir sebagai anak sulung di tengah keluarga guru. Sejak kecil orang tua mengatakan bahwa saya pemalu, dan merasa lebih nyaman bersendiri, melewatkan waktu dengan membaca, mendengarkan musik, menulis. Acara hura-hura, ketemu banyak orang dan keluyuran tidak ada di kamus hidup saya. Orang bilang saya cool, rapi, dan bekerja cepat. Itu ada benarnya. Tapi sejatinya saya merasa sedikit sensitif, kadang-kadang kehabisan tenaga karena harus berperang melawan diri sendiri; karena tergolong pemalu, saya jadi kelihatan cuek kalau sudah di tengah banyak orang (Pamela pernah lewat satu meter di sebelah saya, siap-siap menyapa, tapi saya menoleh pun tidak, padahal dia itu mentee saya yang sangat dekat), sangat menyukai keteraturan, rencana yang matang, ketepatwaktuan, dan akibatnya banyak kali merasa gusar melihat dunia (orang-orang lain) kadang-kadang bertindak atau berpikir tanpa struktur, tanpa rencana, atau datang telat. Saya menemukan tipe kepribadian yang pas untuk sifat-sifat saya itu: introvert, melankolis (itu sebabnya kadang-kadang saya bisa merasa murung begitu saja, bahkan di tengah-tengah orang banyak atau kesibukan bekerja), dan analitis.

Sekalipun tidak pandai dalam ilmu pasti atau matematika (sampai sekarang pun saya tidak habis pikir mengapa orang bilang 2 + 2 = 4), saya mahir dalam berbahasa dan memberikan ilmu itu untuk orang lain. Saya sangat reflektif dan bisa melihat sesuatu hal dari beberapa sudut pandang. Maka itulah bidang yang paling saya kuasai dan saya minati: bahasa, utamanya Inggris, menulis, dan mengajar. Satu hal lagi yang hampir terlewat: saya bisa dengan sabar mendengarkan. Untung juga punya yang satu ini, karena kalau nggak, saya nggak akan mau repot-repot jadi mentor.

Nilai-nilai Apa yang Saya Pegang?
Penentuan nilai apa yang saya pegang itu tidak mudah dijawab. Ketika masih seusia Pamela dan kawan-kawan menteenya yang lain, saya berjalan menggelinding begitu saja, pokoknya belajar rajin dan menyelesaikan kuliah, sampai ke jenjang tertinggi. Tapi dulu seusia dia saya tidak punya mentor, sementara dia dan mentee-mentee yang lain cukup beruntung karena sekarang mereka punya program mentoring yang ‘memaksa’ mereka untuk mengenali diri sendiri dan menentukan nilai-nilai yang mereka anggap sesuai dengan kepribadian dan tujuan hidupnya.

Nah, kembali ke nilai-nilai yang saya pegang. Dalam perjalanan hidup, akhirnya saya menemukan setidaknya dua nilai yang saya percayai: (1) lakukan yang terbaik di bidang yang paling saya kuasai dan sukai, (2) jangan pernah berhenti belajar dari orang lain. Orang lain datang ke dunia saya dengan membawa manfaat, sudut pandang, pengalaman, bahkan kritik yang pada akhirnya, kalau saya cukup bijaksana, akan menyumbang banyak pada peningkatan kualitas diri saya sebagai pribadi.

Apa bagusnya kedua nilai itu? Sederhana. Nilai pertama memacu saya untuk mengejar keunggulan dalam bidang akademis; saya menjadi Profesor sedikit banyak karena saya pegang teguh nilai pertama itu. Nilai kedua membuat saya lebih luwes secara sosial, lebih mau menjalin interaksi dengan manusia lain, dan lebih toleran terhadap dinamika dan sifat-sifat manusia lain. Oh, untuk orang sensi, pemalu, perasa, mudah gloomy, introvert, dan penyendiri seperti saya, nilai yang kedua itu SANGAT, SANGAT PENTING!

Karir di Bidang Apa Yang Paling Tepat?
Nah, dengan kepribadian dan nilai-nilai yang saya pegang, saya cocok bekerja di bidang apa? Satu hal jelas: saya tidak pernah akan sejahtera dan bahagia di bidang yang memerlukan saya untuk berinteraksi dengan banyak orang, atau yang memerlukan hati keras tidak mudah tersentuh atau tersinggung. Maka saya tidak akan bodoh merintis karir di bidang militer, atau jadi salesman, makelar, marketer, atau jadi politikus, atau pengusaha. Saya akan menyubur (terjemahan dari bahasa Inggris: thriving) di bidang yang memerlukan perencanaan, perenungan, penulisan dan pengajaran. Maka jadilah saya seorang kepala penjaminan mutu, kepala pusat pelatihan bahasa, dan dosen bahasa Inggris, yang punya hobi blogging. Those fields fit me!

Okay, mentees, now it’s your turn!

Posted in: Uncategorized