Mentoring Bab II: Perencanaan Karir(1)

Posted on November 16, 2010

0


Saya dan mentee-mentee saya (minus Stella)

Ini mentee-mentee saya yang baru: duduk dari kiri adalah Ivanna, Bio, Pamela. Berdiri dari kiri adalah Imawan, saya, Edo, dan Didi. Sayang Stella tidak hadir karena sakit.

Enaknya baru terasa punya mentee hanya tujuh seperti ini. Jauh lebih manageable, dan saya bisa membina hubungan jauuuuhh lebih dekat (ini gimana seh, ‘jauh’ kok ‘dekat’) dengan mereka.

Mentoring session II: Perencanaan Karir. Patrisius. Bio. Pamela. Ivanna. Edo. Didi. Imawan.

Senin siang jam 12. Yang jelas mereka belum makan, tapi melihat bahasa tubuhnya, mereka tidak terlalu terusik. Nampaknya, sekalipun mungkin lapar, mereka tetap dengan tenang menyimak pengantar singkat yang saya berikan untuk topik siang itu: merencanakan karir.

“Kalian memandang diri kalian seperti apa? Dalam hal apa kamu paling bisa? Dalam hal apa kamu paling merasa nyaman? Orang lain bilang kamu berbakat dalam hal apa? Nilai-nilai apa yang kamu pegang teguh?”

Itu semua pertanyaan introspektif yang mereka harus renungkan dan jawab dalam hati, sebelum disharingkan minggu depannya. Lalu untuk membekali mereka dengan pesan-pesan bertuah di sesi yang padat singkat itu (waktunya hanya 1 jam), saya berikan ungkapan-ungkapan ini:

“Yang Anda lakukan di masa lampau adalah apa yang membentukmu di masa kini. Apapun yang kamu lakukan di masa kini akan membentuk masa depanmu.”

Implikasinya jelas: kalau mereka ingin mempunyai masa depan yang sesuai dengan harapan dan cita-cita mereka, pada saat ini dan disinilah mereka harus menyusun jalan ke arah tujuan itu.

“Tidak cukup mengatakan ‘oh, aku sudah berada pada jalur yang benar!’. Kalau hanya berada di jalur yang benar tapi tidak melakukan apa-apa (untuk mengembangkan diri), Anda akan tergilas oleh yang lain!”

Implikasinya jelas: para mentee saya harus terus meningkatkan kemampuan dirinya, mengasah skillnya dan menajamkan talentanya sehingga menadi unggul di bidangnya.

Sesi sharing yang menyusul kemudian tidak kalah menariknya. Tapi yang itu nanti saja saya tulis panjang lebar di posting berikutnya.

Posted in: Uncategorized