Sang Waktu: Timeless Time by Fiona

Posted on November 7, 2010

5


Berikut ini adalah komentar dari Fiona Hartanto, seorang pembaca (tepatnya: pelanggan setia) blog ini untuk posting saya berjudul “Sang Waktu”. Saya jadikan posting tersendiri karena isinya sangat bagus, lain daripada yang lain, dan benar-benar menggugah kesadaran tentang apa yang sehari-hari kita kenal sebagai ‘waktu’. Selamat membaca!:

===============================================

Ini dia salah satu topik favorit saya …WAKTU… dan sehubungan dengan topik ini, saya pernah berdiskusi dengan seorang guru spiritual. Wacana yg beliau suguhkan sungguh mencerahkan, jadi minta ijin sharing disini ya, pak … saya copas dari komunikasi saya dengan beliau melalui email…

“Waktu yang dikalibrasikan dengan bandul jam, atau getaran quartz dalam arloji, saya namakan itu ‘waktu objektif’, atau ‘waktu khronologis’, karena diukur dengan gerak benda-benda secara objektif. Waktu objektif tidak akan saya bahas lebih lanjut, karena memang sudah begitu adanya.

Namun ada waktu lain yg ingin saya bahas, karena penting berkaitan dengan kesadaran kita sebagai manusia. Waktu itu saya namakan ‘waktu psikologis’. Waktu psikologis adalah kesadaran kita tentang waktu. Ajaibnya, waktu psikologis ini bisa menjadi cepat, bisa menjadi lambat, bahkan bisa berhenti! Waktu terasa lambat saat menunggu, contohnya saat remaja dulu kita menunggu pacar, rasanya lamaaa sekali padahal mungkin baru 15 menit. Tapi begitu ketemu pacar, mungkin nonton atau jalan bareng, waktu rasanya cepat sekali padahal sudah 3 jam!

Nah, ternyata, waktu psikologis ini bisa berhenti! Kapan waktu psikologis berhenti? Ia berhenti ketika pikiran berhenti sama sekali, dan orang berada dalam keheningan total.

Apa artinya waktu berhenti? Artinya orang berada pada SAAT KINI terus-menerus! Tidak ada masa lampau, tidak ada masa depan. Dan oleh karena itu, tidak ada waktu sama sekali. Dalam bahasa Inggris ini disebut ‘timeless’, berarti ‘abadi’. Tapi ‘abadi’ ini bukan berarti “hidup terus, tidak pernah mati” (eternal/immortal). Di dalam keabadian tidak ada waktu; tidak ada masa lampau, tidak ada masa depan. Yang ada hanyalah apa yang ada.”

Nah lho… susah dipahami? Atau mudah? Sebenarnya penjelasan beliau panjang lebar, lebih detil. Kalo dimuat semua, wah ngebek-ngebeki blog nya pak Patris hehehe…

Cheers!

Posted in: Uncategorized