Menertawakan Profesor

Posted on September 30, 2010

3


Seorang profesor bertanya kepada kelasnya ” “Siapa pernah melihat Tuhan?”. Tak ada yang menjawab. “Siapa pernah menyentuh Tuhan?”. Tak ada juga yang menjawab. “Nah,” katanya, “kalau tak seorangpun ternyata pernah melihat atau menyentuh Tuhan, bukankah kita bisa menyimpulkan bahwa Tuhan tidak ada?”

Kelas termangu. Tiba-tiba seorang mahasiswa mengacungkan tangan. “Prof!” katanya. “Kami juga tidak pernah melihat otak Profesor. Kami juga tidak pernah menyentuh otak Profesor. Apakah itu berarti kita bisa menyimpulkan bahwa Profesor tidak punya otak??”

Moral of the story: makanya jadi Profesor jangan takabur! Kecuali kalau Anda Prof. Stephen Hawking yang tetap percaya bahwa Tuhan tidak ada, Anda harus mengakui bahwa God exists!

*****

Ada tiga orang profesor sedang di stasiun KA. Ketika kereta berangkat, ternyata hanya dua dari mereka yang dibawa kereta. Satunya tertinggal. Selagi dia menyesali nasibnya, datang seorang mahasiswanya menghiburnya: “Sudahlah, Prof, jangan kecewa. Kita lihat sisi baiknya: dari tiga orang profesor, hanya satu yang ketinggalan kereta. Bukankah itu sudah lumayan?”

“Lumayan bagaimana??!!” kata sang Profesor. “Wong yang mestinya berangkat naik kereta itu saya, bukannya kedua teman saya itu. Mereka mah sebenarnya cuma mengantar!”

O alah . . .

* Dikutip dari lelucon oleh Prof. Eko Budihardjo yang disampaikan ketika saya menghadiri validasi draft paradigma pendidikan kemarin di Universitas Brawijaya. Yang hadir hampir semua profesor, termasuk saya. Semua joke menertawakan “kepikunan” para profesor. Herannya, kami malah tertawa terbahak-bahak!

Posted in: Uncategorized