Karma!

Posted on August 2, 2010

2


Piala Dunia 1966. Kesebelasan Inggris melawan Jerman Barat. Tendangan keras striker Inggris mengenai tiang gawang Jerman dan memantul kembali ke tanah. Wasit bilang “ Gol!”. Inggris menang, 4 – 1. Ternyata, setelah dilihat ulang oleh bantuan kamera, bola itu belum melewati garis gawang, alias sebenarnya belum gol.

Piala Dunia 2010. Inggris melawan Jerman. Tendangan keras striker Inggris (entah Lampard atau Gerrard) menggasak tiang gawang Jerman dan memantul ke tanah. Wasit bilang” Tidak gol!”. Inggris pun akhirnya kalah 4- 2. Ternyata, tayangan ulang video menunjukkan bahwa bola sialan itu sudah melewati garis gawang, alias sebenarnya sudah gol!

Inggris kena karma, 44 tahun kemudian setelah 1966! Persis adegan yang nyaris sama, dengan skor akhir yang juga mirip.

Formula 1 tahun 1994 di Adelaide. Michael Schumacher (Schumi, panggilannya) dikejar Damon Hill. Di tikungan ke kanan, mobil Schumi nyosop menghajar rumput, tapi masih bisa kembali ke track. Hill menusuk dari sisi kanan mau overtake. Schumi langsung menutup jalur dan tak ayal lagi keduanya bertabrakan. Mobil Benettonnya Schumi terlempar menabrak tumpukan ban, sementara Renault nya Hill patah suspensi depannya. Keduanya out of the race, tapi karena Schumi punya skor lebih tinggi daripada Hill, dia jadi juara dunia!

Formula 1 tahun 1997 di Jerez. Michael Schumacher dengan Ferrarinya ngos-ngosan dikejar oleh Jacque Villeneuve dengan Williams Renault. Di tikungan pertama ke kanan, Villeneuve masuk ke slipstreamnya Schumi dan menyikatnya dari kanan. Baru separo jalan, Schumi menabrakkan hidung Ferrarinya ke bodi mobil lawannya. Keduanya terhenti, tapi Villenueve masih bisa melanjutkan lomba, sementara Ferrarinya Schumi tewas dengan sukses di gravel. Villeneuve jadi juara dunia!

Schumi kena karma! Hanya tiga tahun setelah dia mencurangi Hill di Adelaide, dia dibalas karmanya sendiri lewat Jacque Villeneuve!

Karma? Orang yang tidak percaya karma akan berkilah: “Itu mah kebetulan, dodol!”. Tapi saya percaya karma. Saya sudah mengalaminya sendiri berkali-kali, baik itu karma buruk dan karma baik. Di dunia sport nampaknya hal itu kentara sekali. Apapun yang kamu lakukan kepada dunia ini, akan kembali juga kepadamu dengan kekuatan yang sama! What goes round comes round, kata orang-orang New Age. Bayangkan hidup ini seperti sebuah terowongan melingkar yang bentuknya seperti kue donat. Apapun yang Anda lempar ke depan, akan berputar kembali dan menghantam punggung Anda dari belakang. Nah, sekarang terserah Anda mau melempar apa: kalau melempar tai ya akan kena tai, melempar sepatu ya akan kena gebuk sepatu, kalau melempar amal kebaikan ya akan mendapat ganjaran kebaikan. Karma, it’s as simple as that!

Schumi kembali ke arena balap F1 setelah pensiun 3 tahun. Dulu di masa jayanya, dia begitu ditakuti. Dia mampu mengemudikan Ferrarinya secepat angin puyuh, tak satupun lawan bisa mendekatinya, apalagi mendahuluinya. Tapi sekarang? Dia merasakan bagaimana rasanya jadi pecundang. Mercedes nya terseok-seok di barisan belakang, di overlap oleh pembalap-pembalap muda yang ketika Schumi masih jaya dulu baru duduk di bangku SMP!

Tapi mungkin dia tidak mengenal karma. Di Grand Pix Hongaria kemarin, dia dikejar oleh Barrichello di trek lurus start – finish. Barrichello masuk ke slipstreamnya dan meraung bersiap mendahuluinya dari kanan. Apa yang Schumi lakukan sungguh sulit dipercaya! Dia melirik sekilas spionnya, tahu bahwa dia akan disikat, dan langsung memepet Barrichello yang sudah setengah jalan mendahului. Hampir saja mobil Barrichello jadi ikan pepes karena terbentur tembok di sebelah kanan. Untung tidak terjadi kecelakaan yang mengerikan. Barrichello sukses menerobos masuk dan akhirnya mengungguli Schumi 1 poin.

Saya menjagoi Schumi tahun ini karena alasan yang konyol: kami sama-sama pria 40-an tahun! Tapi setelah adegan kemarin itu, saya memutuskan untuk berhenti mendukungnya. Apa yang dia tunjukkan sungguh mencerminkan mental mantan juara yang licik dan jahat! Tidak heran masih banyak saja orang yang mengutuknya habis-habisan, karena sifat ksatrianya sama sekali tidak terlihat. Reputasi 7 kali juara dunia tercoreng oleh tindakan-tindakan brutalnya di trek yang nyaris mencelakakan lawan-lawannya. “Dasar Nazi!” saya mengumpat sendirian di depan TV ketika kemarin melihat adegan itu. “Ingat karma, Schumi!”

Catatan:
* masuk ke slipstream: mendekati mobil lawan di depan sampai benar-benar mepet ke pantat mobilnya. Aliran angin dari pembalap di depan membantu pembalap di belakang ini untuk mendahului, karena mobilnya tidak usah melawan hambatan angin dari depan.

** gravel = lautan pasir di tepi sirkuit, gunanya memperlambat laju mobil yang nyosor keluar trek sehingga berhenti sebelum menabrak tembok atau tumpukan ban.

*** New Age = aliran spiritual yang (maunya) menolak batasan-batasan yang dibangun oleh organized religions. Debat antara New Age dengan kaum agamawan juga seru, tapi itu saya tulis besok-besok saja.

Posted in: Uncategorized