Kenapa Wanita Baik Kepincut Pria Ndak Karuan (jilid 2)

Posted on July 23, 2010

1


Saya tidak menyangka posting “Kenapa Wanita Baik-Baik Kepincut Pria Ndak Karuan” mendapat reaksi yang heboh. Padahal posting itu saya buat agak awur-awuran karena nulisnya sudah mepet jam 8 pagi (jam kerja resmi di UMC). Lagi pula gayanya dosen begete (bgt = banget), kayak artikel ilmiah. . . not one of my fave posts.

Tapi selain apa yang sudah Liliana, Shanty dan Ella tulis di komen, simak komen-komen lain yang dilemparkan kepada saya via sms dan YM, bahkan e-mail:

“Style tuturnya bagus, tapi isinya dangkal. Sangat menggampangkan. Maaf, tapi apa memang semua wanita smart seperti itu? Hey, man, look at me: I got my Master’s and now pursuing my doctorate and never do I get attracted to bad boys like that! Cari penyakit . . .”
(dari JLS, rekan lama yang memang very smart and ambitious woman)

“Saya setuju bahwa cewek memang suka dengan bad boys. Tapi itu ya hanya untuk senang-senang saja. kalau mau hubungan lebih serius, mereka pasti memilih yg udah dewasa dan bisa membimbing.”
(dari seorang mentee yang tidak pernah absen baca blog machungaiwo).

“Kenapa cewek nggak bisa dapat pria baik-baik? Ya karena gak ada waktu: sang pria ngejar karir, sang wanita juga ngejar karir, kapan ketemunya? Mau cari yang udah mapan sudah pada punya istri, mau cari yang belum punya istri, eh tahunya bad boys kabeh, ha ha ha!”
(dari BS, teman lama yang tetap asyik diajak ngocol tentang berbagai hal).

“Setuju. Itu namanya menikmati hidup. Sekolah tinggi, dapat karir bagus, income bagus, having fun dengan pria-pria macho, kalau udah bosen baru nikah dengan pria mapan dan punya real family, ha ha ha!”
(dari seorang mantan murid yg memang suka gaya hidup bohemian)

“Prihatin. Sudah saatnya wanita-wanita muda Indonesia kembali ke jalan yang lurus: bertaubatlah! kembali ke nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 demi menciptakan keluarga yang sakinah dan mawadah”.
(dari seorang teman yang setengah sastrawan, berpaham agak kekiri-kirian; saya tidak tahu dia serius atau justru mbanyol dengan komentarnya itu:) )

Posted in: Uncategorized