Akhir Kisah Ariel Maya dan Tari

Posted on June 23, 2010

1


Berita paling membosankan:
siapakah perekam yang menyebarkan video hubungan intim itu? Bagaimana reaksi suami Cut Tari melihat tuduhan yang semula disangkal istrinya tapi ternyata benar itu? Mengapa ada orang dengan penyakit jiwa seperti Ariel yang hobi merekam adegan intim dengan pasangannya?

Jawabnya: emang gue pikirin! Ini salah satu berita paling membosankan yang beredar pada hari-hari ini. Baik para aktor itu, perekamnya, pengunduh dan penyebarnya, sak pengacara-pengacaranya semuanya gila kabeh. Tidak ada secuilpun nilai baik dari insiden ini. Seandainya Anda pun mengikuti berita itu, pasti juga lama-lama ogah. Kalau sudah sampai ke pengacara biasanya ceritanya kemudian mbulet sendiri, tidak ketahuan siapa yang benar, siapa yang bohong. Intinya: masih banyak berita lain yang lebih menggugah.

Berita paling memprihatinkan:
Bocoran minyak mentah dari Teluk Meksiko akibat kecerobohan BP masih belum tertanggulangi. Setiap hari minyak mentah yang keluar dari dasar laut bisa mencapai jutaan galon. Astaga naga, tobat ya Gustiiii! Laut yang tercemar makin lama makin luas. Ekosistem hancur. Generasi masa depan terancam. Bencana disana adalah bencana kita juga, karena itu terjadi di Bumi kita yang sedang terluka ini. Sedih ya?

Berita paling mencengangkan:
Indonesia termasuk salah satu negara yang mempunyai kemungkinan besar terhantam meteor atau asteroid besar. Celakanya lagi, sama seperti gempa, lintasan dan nyelewengnya meteor ini ke orbit bumi semakin sulit diprediksikan. Kalau meteor yang jatuh itu seukuran gedung Rektorat saja, dampak ledakannya bisa ribuan kali lebih dahsyat dari bom atom di Hiroshima. Kalau di jatuh di dekat Selat Jawa, sepertiga dari Jawa Timur akan lenyap tersapu ombak dalam hitungan menit. Pesan moral dari berita ini: bawalah payung sebelum hujan meteor datang!

Berita paling membuat mati rasa:
Gayus mengaku menyuap para jaksa. Jaksanya tidak mau ngaku. Terus Susno Duadji dulu gimana kelanjutannya. Terus Anggodo apakah akhirnya berhasil memukul kepala lawan-lawannya dengan gada. . . .
Mbulet, ruwet, penuh intrik; kita yang rakyat kecil sudah tidak mampu lagi bersuara apa-apa. Yang kita tahu hanyalah kita harus taat bayar pajak. Setelah itu kita musti rela melihat hasil jerih payah kita digerogoti maling-maling baik yang kakap maupun yang teri di Dinas Pajak, Kejaksaan, Kepolisian. Sebentar lagi kita harus bayar lebih banyak karena TDL naik, dan para wakil kita di DPR minta dana aspirasi. Ya sudahlah, daripada ngomel atau demo ya sudah bayar saja. Sementara itu lubang-lubang menganga di sepanjang jalan Tidar juga masih menganga, malah tambah dalam; kemana duit kita itu ya kok jalan rusak segini aja nggak kunnjung dibenerin? Kok tabung-tabung gas pada meledak ini apa tidak dijaga mutunya? Kalau meledak kan yang kena rakyat kecil juga. Tapi ya sudahlah, nggak usah ngomel, kita cuma rakyat kecil. Mati rasa dah. . .

Berita paling menyenangkan:
Liburan semester masih panjang. Final Piala Dunia belum berakhir. Permainan tim-tim yang lolos ke babak perempat final semakin enak ditonton. Vuvuzela semakin nyaring bunyinya.

Posted in: Uncategorized