Setelah Lulus

Posted on June 16, 2010

2


by PID

Setelah lulus, mau ngapain?

Tidak ada lagi guru atau dosen atau sistem pendidikan yang bisa diprotes, dimaki-maki lewat Facebook, dijadikan bahan debat antar mahasiswa supaya kelihatan jagoan, pinter, dan kritis.

Tidak ada lagi kolom angket dimana semua kritikan tajam terhadap guru yang wagu tur kuru ditumpahkan.

Tidak ada lagi penasihat akademik, mentor atau konselor yang siap menerima curhat dan membuat menjadi diri seolah selalu dimanjakan, diperhatikan, dinomorsatukan, didengarkan semua keluh kesahnya. . .

Sekarang semua itu sudah berakhir. Tinggal kenangan. Sekarang mendadak berdiri di tengah antrian. Map ijazah di tangan. Berebut nulis lamaran dan cari lowongan. . .

Sekarang harus menjadi mandiri, suka tidak suka, mau tidak mau, malu tidak malu. Sekarang semua omongan dosen dan penasihat yang dulu dianggap nggedabrus mulai terasa menyengat, karena ternyata semua itu benar: kegigihan, kepribadian yang menyenangkan, kendali emosi yang jempolan, kemampuan beradaptasi, ketekunan, kerja keras . . .

Lalu setelah pekerjaan didapat, karir meningkat dan jabatan melesat, anak buah mulai berulah. Protes, rasan-rasan, gosip, surat kaleng, intrik, tulisan sinis di media publik mulai terasa mengusik.

Lalu di tengah-tengah pergulatan itu, mendadak pikiran kembali melayang ke bangku kuliah, dan tersembul tanya:
“tapi bukankah dulu aku juga seperti itu?”

. . . .

Posted in: Uncategorized