Cinta dan Pria

Posted on May 23, 2010

4


Sebagai lanjutan dari posting “Cinta dan Wanita” (yang paling laris dibaca di blog ini), maka saya bergerilya menggali pendapat dari para pria tentang arti cinta:

Pria # 1:

Cinta tuh, kalau nurut saya ya, adalah yang datang dari wanita yang bisa menyejajarkan dirinya dengan saya sebagai pria. Sama-sama mandiri, sama-sama punya aspirasi dan idealisme, jadi enak diajak omong ya nyambung.

[Mmm, . . . jawaban yang bagus. Tapi kok agak gak nyambung sama pertanyaannya ya? Okelah, saya teruskan ke pria kedua]

Pria #2
Cinta yang baik itu kebanyakan datang dari wanita yang bukan burung merak. Tau artinya? Wanita metrosexual. Wanita yang doyan sekali dandan dan mempercantik dirinya dengan segala macam botoxlah, spa lah, . . . Kenapa? Soalnya itu menunjukkan bahwa dia sangat mencintai dirinya, suangat mencintai dirinya sampai tidak ada sisa buat kekasihnya atau suaminya, if there is any.

[Wadow, wadow, wadow! Ya, . . . mmm. . . . ada benarnya juga sih yang dia katakan.]

Pria # 3
Cinta yang baik itu adalah yang mampu membuat saya merasa disayang dan diperhatikan, sama seperti ibu saya memperhatikan dan menyayangi saya. Wanita yang memberikan perhatian seperti itu sudah bisa ditafsirkan bahwa dia mencintai saya.

[Walah, iki anak mama iki! Mmmm . . . tapi coba pikir, para pria, siapa sih yang nggak suka dapat wanita seperti itu?]

Pria # 4
Pria pada dasarnya makhluk visual. Jadi cinta itu datang dari mata terus ke hati. Jadi wanita yang bisa membuat dirinya kelihatan molek dan elok adalah wanita yang paling punya kans untuk mendapatkan cinta dari pria.

[Hmmm . . . ini kebalikannya sama yang pria #2. Apa kemolekan fisik hanya sebatas kulit, atau mewakili juga kemolekan hati ya? ]

Pria #5
Wanita cantik itu cukup buat dipandang, tapi jangan dicintai. Cinta yang benar adalah yang datang dari wanita yang menarik, cekatan, mampu mengimbangi kelemahan si pria; dan untuk ini nggak harus cantik lho ya! Banyak wanita cantik yang yaah . . hanya cantik doang, gak ada isinya. Ada juga wanita tidak cantik, biasa aja, tapi dia benar-benar mampu membuat pria merasa diperhatikan dan dinomorsatukan.

[Hmm, kayaknya sebagian pembaca pria akan setuju dengan pendapat ini. Tapi, well, frankly speaking, masih sangat male-centered]

Pria #6
Cinta menurut saya? Hmm, cinta itu datang dari wanita yang tahu statusnya sebagai wanita. Sebagai wanita, dia diciptakan dari rusuk suaminya dan oleh karena itu tidak bisa menjadi lebih dari suaminya. Dia harus merendah diri, dia harus mengerti bahwa sejak awal hubungan cinta sampai nikah nanti yang jadi komandan adalah si pria. Naah, ini, ini yang penting. Wanita yang tahu posisinya ini akan tahu bagaimana harus mencintai pria.

[Hmm, . . . masa iya ya begitu? Kok sexist banget? Tapi ya, iyalah, wong namanya juga berpendapat bebas.]

Kalau dibaca-baca lagi, ternyata semua pria di atas punya satu kesamaan dalam mengartikan cinta: semuanya harus terpusat pada dirinya. Memperhatikan saya, mengerti sifat dan kebutuhan saya, memaafkan kekurangan saya. Dan yang lebih mengherankan: mereka salah semua mengartikan pertanyaan saya di awal tadi: apakah cinta itu menurut Anda? Ternyata alih-alih mengartikan cinta, semua jawaban mereka langsung melesat pada harapan akan lawan jenisnya. Apakah ini berarti membuktikan prasangka lama bahwa “men are basically big babies?”. Ha ha ha! Sampai gelarnya udah Doktor atau jabatannya udah Big Boss pun ternyata masih bayi, mintanya diperhatikaaaaan dan dimengertiiii melulu.

Men are big babies! O-weeeekkkk . . .!

Posted in: Uncategorized