Cinta menurut Mick Jagger

Posted on April 9, 2010

2


by Patrisius

Buat saya, semua lagu bah itu pop, rock, jazz, dangdut, keroncong, hip hop kalau temanya tentang cinta pasti termehek-mehek. Banal, kata Dian Sastrowardoyo. Tapi setelah menyimak lagu slow rocknya Mick Jagger berjudul “Party Doll”, ternyata di balik lirik menye menye itu ada terkandung muatan bijaknya. Coba simak:

*You used to be my party doll; but now you say the party is over.
(Cinta sejati tidak sama seperti mencintai boneka. Kalau cinta hanya dipendam tidak pernah diutarakan apalagi diungkapkan dengan tindakan, maka ibarat mur dia akan dol (=party DOLL), dan selanjutnya usai (= the party is over)].

* Love wins, but the passion fades.
(Mencintai seseorang tidak sama dengan menyimpan gairah terhadapnya. Pada beberapa cinta yang diungkapkan dengan benar, seseorang tetap dapat mencintai kekasihnya tanpa harus melampiaskan gairahnya (passion; desire) terhadapnya).

* Grow up sweetly, grow up strong.
(Cinta menjadi nyaris sejati ketika pada saat merelakannya lepas, kau masih mengharapkan kiranya dia terus bertumbuh makin memikat, bertumbuh makin kuat, sekali lagi tanpa kau menggenggamnya erat).

Dr. Patrisius: “Cinta adalah win-win solution: aku cinta kamu tapi kamu juga harus mau sama aku, mau jadi milikku dan bukan malah lari atau jadi milik orang lain. Cinta tanpa gairah untuk saling menyentuh namanya bukan cinta. Lha terus namanya apa? Ya embuh. Udah, itu aja.”

Padat, singkat, gak romantis blas. Tapi well, namanya juga pendapat. Gak usah mendebat, silakan Anda pembaca sekalian mencari cinta selagi belum kiamat.

Posted in: Uncategorized