Tentang Bahasa Indonesia

Posted on April 1, 2010

7


by PID

Saya sudah tahu sejak agak lama bahwa kita ini bangsa yang antara ada dan tiada. Lihat saja pada kebanggaan kita terhadap bahasa Indonesia. Mungkin saya juga yang salah atau terlalu sensi, tapi buat saya, bahasa Indonesia sudah bukan lagi salah satu yang kita banggakan. Kita lebih bangga dengan Blackberry terbaru, atau mall dan kafe-kafe mahal tempat kita dolan, atau jumlah teman kita di Facebook, atau bahwa kita kuliah di kampus yang—katanya—berstandar internasional. Kita bahkan tidak tahu bahwa kalimat Indonesia seperti yang sering kita buat ini salah total: “Sehubungan dengan perayaan Valentine tahun 2010. Mohon Bapak berkenan untuk bisa menjadi salah satu juri . . . “ *)

Saya sering heran melihat undangan, ucapan-ucapan selamat hari raya Idul Fitri atau hari besar lain, bahkan obituari untuk sanak saudara yang sudah meninggal, ditulis dalam bahasa Inggris. Apa maksudnya???? Bukankah yang membaca juga orang-orang Indonesia, bukan orang Denmark atau Amerika atau Singapore? Sudah gitu bahasa Inggrisnya –ampun mak– pathing pechotot tidak karuan. Coba, pasti kita akan heran kenapa kalimat yang berikut ini saya katakan salah total “Join with us in . . .”, **)

atau seorang MC yang sok kemInggris mengatakan: “Professor Osama bin Laden, the floor is yours” ***) untuk ungkapan yang seharusnya adalah “Ladies and gentlemen, please welcome Professor Osama bin Laden!”.

Betul, saya ini guru bahasa Inggris, dan sudah dupuluh tahun saya bekerja dan bergelut dengan upaya untuk membuat sebagian orang Indonesia cakap membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Inggris. Betul, saya bangga kalau anak didik saya bisa berbahasa Inggris dengan mahir. Tapi segila-gilanya saya mengajar Inggris, saya tetap sadar bahwa saya ini orang Indonesia. Jadi, selain dari mengajar bahasa Inggris, saya tetap memakai bahasa Indonesia dan sangat menghargai orang yang mau menggunakannya dengan baik. Ada beda besar antara berupaya mengajarkan bahasa Inggris dengan menghargai bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Bahwa saya mengerahkan segala nafsu dan tenaga dan pikiran untuk mengajarkan bahasa Inggris tidak serta merta berarti bahwa saya merendahkan bahasa nasional sendiri.

Maka dapat dimengerti bahwa saya respek sekali terhadap anak-anak muda yang mampu berbicara bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Orang seperti ini tidak hanya menunjukkan bahwa dia punya otak dan menggunakannya dengan baik, tapi juga menunjukkan bahwa hatinya tetap Indonesia.

*) Yang benar adalah : “Sehubungan dengan perayaan Valentine tahun 2010, mohon Bapak berkenan untuk bisa menjadi salah satu juri . . .”

**) Yang benar adalah “Join us”. Kata “with” ditengahnya malah membuat salah, dan hanya menunjukkan sikap sok kemInggris dari orang tolol yang menulisnya.

***) Soalnya kalau dia bilang “the floor is yours”, nanti di antara hadirin ada yang nyeletuk: “Oh, so can I have the roof?”

Posted in: Uncategorized