Di Tengah Perjuangan

Posted on February 25, 2010

0


oleh Patrisius

Setelah masa euphoria, tibalah semua melandas pada dunia nyata. Wajah-wajah lelah, kaku, nir ekspresi, . . . semangat sudah compang-camping tergerus kuliah berat, konflik dengan teman atau kekasih, dendam tak tersembuhkan, atau kejenuhan yang sudah memuncak.

Tapi kita masih setengah jalan. Baru juga masuk semester keempat. Masih banyak tugas yang harus diselesaikan. Para mentee masih harus menuntaskan CB 4, CB 5, sertifikasi Mandarin dan TOIEC, keharusan 1000 poin untuk kegiatan kemahasiswaan; sang mentornyapun masih harus mendampingi mereka, terphonthal-ponthal dari satu tugas ke tugas lainnya: audit, satgas, tim inti CB 1, akreditasi, seminar, penelitian . . . .

Maka yang diperlukan adalah semangat dan jiwa kepemimpinan. Peduli amat statusnya mentor atau mentee, kalau memang punya jiwa memimpin dan menularkan semangat tak kunjung padam, jadilah dia pelopor, pendobrak kebekuan dan keengganan, pengobar semangat dan gairah. Terpujilah mentee di sebelah sang mentor yang kemudian tanpa ragu mengacungkan jari: “Ok, Pak, biar saya yang mengkoordinir teman-teman.”

Maka, CB 4 anggaplah sebagai suatu selingan. Ketemu orang baru, ngelayap di desa-desa, satu kendaraan dengan mentor, ngakak-ngakak, foto-foto, disamping tentunya mengabdikan kecakapan dan pengetahuan pada masyarakat. Wis, anggap saja angin sepoi, take it easy, sit back and enjoy yourselves!

Posted in: Uncategorized