Have You Been Supporting for Your Improvement?

Posted on January 25, 2010

0


oleh
Adelia Pandu Nastiti, co-mentor

Semua orang ingin maju, memperbaiki dirinya, dan hidupnya. Semua orang ingin berprestasi, membuat orang lain dan dirinya sendiri bangga. Karena itulah, kita belajar, menuntut ilmu, memberbaiki diri, mengikuti workshop, seminar motivasi atau yang lainya. Untuk mahasiswa dan civitas Ma Chung University ada SOE (Spirit of Excellence), CB (Character BUilding), Mentoring Program, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Itu semua adalah faktor eksternal dan bisa membantu kita untuk mendapatkan improvement. (improvement = a condition superior to an earlier condition).

Ada faktor eksternal, pasti ada faktor internal, yaitu diri kita sendiri. Lalu bagaimana dengan diri kita sendiri? Apakah kita sudah memberikan support penuh pada diri kita sendiri untuk menjadi lebih baik? Atau malah kita dengan/tanpa sadar telah menghambat diri kita sendiri? Silahkan membaca statements dibawah ini dan ingatlah ada berapa jawaban ‘ya’.

Apakah Anda pernah mengatakan atau memikirkan pernyataan di bawah ini, terutama saat Anda merasa menemukan tantangan, masalah, atau melakukan kesalahan? (ingat semua jawaban ‘ya’)

1. Aduh, ini memang sulit sekali! Bukan masalah ku yang tidak bisa melakukannya, ini memang sulit sekali!

2. Duh! Ini tugas kok nggak ada habisnya ya??? Bikin sumpek! Sumpek! Sumpek!

3. Coba dulu orang tuaku lebih sayang atau perhatian sama aku, aku pasti nggak akan jadi anak seperti sekarang!

4. Gara-gara orang tuaku yang seenaknya sendiri, sekarang aku yang merasakan akibatnya!

5. Mamaku nggak pernah ngasih aku makanan bergizi! Aku jadi nggak pinter!

6. Dosen itu emang sensi sama aku! Aku nggak pernah dapet nilai bagus!

7. Yah, emang sifatku kayak gini kok! Nggak mungkin aku bisa ngomong baik-baik sama dia! Dia dong yang harus ngerti aku!

8. Nggak papa deh dapet 50, udah bagus itu, emang aku nggak pinter di bidang ini!

9. IP 3.0 udah bagus tuh, yang penting lulus. Ngapain dapet IP bagus-bagus, lulus juga dapet gelar sama.

10. Ga papa dia jahatin aku terus, aku cinta mati sama dia, ini lah namanya cinta sejati.

Sudahkah Anda mencatat semua jawaban ‘ya’? Jika sudah, ada berapa banyak jawaban ‘ya’ Anda? Jika ada satu saja ‘ya’, berarti selama ini Anda telah menghambat kemajuan diri Anda sendiri.

Dikutip dari kata-kata Ade Rai, (seorang binaragawan profesional, yang sekaligus pemilik sport centre ‘Klub Ade Rai’) kepada Edwin Lau yang saat itu adalah host di acara Healthy Life – Sport, di Metro TV; ada tiga game yang membuat kita kalah dalam memajukan (improving) diri kita sendiri. They are:

1. Complaining game. Yaitu saat kita mengeluh. Contoh: Aduh, sulit sekali, aku nggak mungkin bisa melakukannya…
Anda mungkin mendapatkan sedikit pengampunan untuk diri Anda sendiri, ketika mengeluh. Anda bisa berdalih, memang itu kenyataannya, padahal jika Anda mau mencoba lebih keras, Anda pasti bisa melakukannya. Apakah Anda berpikir bahwa mengeluh itu tidak ada salahnya, tapi tanpa Anda sadari, ketika Anda mengeluh Anda akan meyebarkan energi kepada lingkungan Anda dan teman-teman Anda. Someone might already had a good day, before you start complaining and ruin his/her mood.

2. Blaming game. Yaitu saat kita menyalahkan sesuatu atas apa yang kita hadapi. Contoh: Dosen itu emang sensi banget! Aku nggak pernah dapet nilai bagus!
Wait a sec, dosen itu yang sensi, atau Anda yang kurang keras berusaha menaklukan standard nya? Jika standard itu bisa membuat Anda menjadi orang yang lebih baik, kenapa tidak?

3. Justifying game. Reasoning, atau ‘alasan..’. Contohnya: Ya emang aku kayak gini, mau diapain juga, orang dasarnya kayak gini… aku nggak akan bisa melakukannya, atau segini aja juga ga’ papa. Sudah pasti, jika Anda memutuskan hanya segitu kemampuan Anda, kenyataannya juga hanya sampai disitu. Butuh usaha keras memang, untuk berubah dan melakukan sesuatu yang berbeda. Tetapi jika perubahan itu bisa membawa Anda menjadi orang yang lebih baik – bukan hanya untuk diri Anda sendiri, tetapi juga orang lain – kenapa tidak Anda lakukan? Dapatkah Anda membayangkan jika ketika kecil Anda sudah mencari-cari alasan untuk tidak melakukan hal sulit, apakah Anda dapat seperti sekarang?
Ibu: Ayo, nak. Jalan dikit lagi, kamu sudah 9 bulan kok belum bisa jalan sih… ayo! Ayo!
Anak: Nggak mau, ma! Cape! Aku emang lahirnya nggak bisa jalan kok, ya nggak bisa aja!
Doe~eng…

Memang salah satu jalan terbaik untuk belajar adalah dengan menjadi ‘bayi’ lagi. Yakinilah, bahwa Anda tidak dapat melakukan sesuatu karena Anda belum tahu bagaimana melakukannya, bukan karena Anda tidak bisa. Setelah Anda tahu kuncinya, maka Anda pasti mampu!

Biarlah orang lain mengatakan: “Ih, nggak tahu diri banget sih! Udah tahu gak bisa masih aja maksa!”, atau “Ternyata dia nggak bisa toh? Pantesan…”, atau apa pun ekspresi yang mereka lontarkan ketika mereka tahu Anda tidak mampu dan ingin mencoba. Yang penting, Anda telah memberikan peluang kepada diri Anda untuk berkembang.

Jadilah orang yang positif, dan memberikan energi positif bagi lingkungannya. Anda mungkin tidak berhasil saat ini, tetapi anda tidak tahu, akan ada berapa banyak orang yang terinspirasi oleh sikap positif Anda, dan berhasil karena Anda. Be supportive, not only for your improvement but also for your environment’s.

Posted in: Uncategorized